Berita

SPPG Palupuh Agam Ditutup Sementara, Sampel Makanan Diuji di BPOM

×

SPPG Palupuh Agam Ditutup Sementara, Sampel Makanan Diuji di BPOM

Sebarkan artikel ini
SPPG Palupuh Agam Ditutup Sementara
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian. ( Foto: Ist )

ZONAPUBLIS – Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh. Penghentian dilakukan setelah ratusan orang mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan dapur SPPG akan tetap ditutup sampai hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diterima.

Menurut Hendri, sejumlah sampel makanan telah dikumpulkan dan dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang untuk menjalani pemeriksaan. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Baca Juga  Hari Ketiga, Pencarian Dua Bocah Hanyut di Ulak Karang Masih Nihil

“SPPG sementara waktu ditutup sampai menunggu hasil laboratorium sampel makanan keluar,” ujar Hendri di Lubuk Basung, Rabu.

Ia menjelaskan, operasional dapur dapat kembali dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan kondisi dinilai aman.

Kasus tersebut tercatat berdampak terhadap 237 orang yang terdiri dari siswa TK, SD, SMP serta sejumlah warga lainnya di Kecamatan Palupuh.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan pada Selasa (1/9/2026) malam. Sejumlah korban mengalami gejala seperti sakit perut, pusing dan mual sehingga mereka kemudian mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis pada Rabu pagi.

Baca Juga  Polresta Padang Aktifkan Dapur Umum SPPG untuk Bantu Korban Bencana

Sebagian korban mendatangi pusat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan.

Dari total 237 orang yang mengalami keluhan, sebanyak 235 orang telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis. Hingga Rabu, tidak ada lagi pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Palupuh.

Sementara itu, dua orang masih harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit di Kota Bukittinggi. Satu pasien dirawat di RSUD Kota Bukittinggi, sedangkan satu lainnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit TNI AD Tingkat IV Bukittinggi.

Baca Juga  UNAND Gelar Kuliah Umum Bersama Kepala BPOM RI, Bahas Ketahanan Bahan Baku Obat Nasional

Hendri menyebutkan kondisi kedua pasien tersebut sudah membaik setelah memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut. Hasil laboratorium diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kemungkinan penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para korban.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, penghentian sementara aktivitas dapur SPPG dilakukan sebagai langkah kehati-hatian.

Jika hasil pemeriksaan sudah diterima dan tidak ditemukan persoalan yang mengharuskan penghentian lebih lanjut, operasional dapur SPPG Palupuh dapat kembali berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (red)