Berita

BWS Sumatera V Kesulitan Cari Alat Berat Pascabencana

×

BWS Sumatera V Kesulitan Cari Alat Berat Pascabencana

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 01 08 at 12.02.46

ZONAPUBLIS – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V masih mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan alat berat untuk mendukung normalisasi sungai dan perbaikan jalan di wilayah Sumatera Barat yang terdampak bencana.

Kesulitan tersebut disampaikan langsung Kepala BWS Sumatera V, Nario Widodo, saat memantau kegiatan normalisasi dan perbaikan jalan di kawasan Batu Busuak, Rabu (7/1/2025).

Menurut Nario, ketersediaan alat berat di Sumatera Barat saat ini sangat terbatas, sehingga menyulitkan proses pengerahan.

“Sementara kami mencari dan mendatangkan alat, kesulitan pak di Sumatera Barat karena habis dan kami PC 300 saja masih susah,” ungkap Nario Widodo.

Baca Juga  Polres Pasaman Tangkap Dua Pelaku Curas, Kerugian Korban Capai Rp125 Juta

Ia menjelaskan, BWS Sumatera V menargetkan kebutuhan sebanyak 50 unit alat berat. Namun hingga kini, jumlah yang berhasil dihimpun di wilayah Sumatera Barat baru mencapai 34 unit.

“Kalau total yang dibutuhkan itu 50. Kami baru mendapatkan 34 untuk se-Sumbar, ada di Solok, ada di Agam, ada Padang Pariaman,” katanya.

Untuk mencukupi kekurangan tersebut, BWS Sumatera V tengah berupaya mencari tambahan alat berat dari luar Sumatera Barat, termasuk dari provinsi tetangga.

Meski menghadapi keterbatasan alat, proses normalisasi sungai dan perbaikan jalan tetap berjalan dengan dukungan berbagai pihak.

Baca Juga  PJKIP Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Terdampak Banjir di Kampung Lapai

Selain mengandalkan alat berat milik BWS Sumatera V, pemerintah daerah serta unsur TNI dan Polri turut terlibat membantu percepatan penanganan di wilayah terdampak bencana.

“Pemerintah daerah pasti berperan dan ada juga dari TNI Polri,” ujar Nario.

BWS Sumatera V menyatakan optimistis dapat mengerahkan total 50 unit alat berat dalam waktu dekat guna mempercepat normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana di Sumatera Barat. (*)