Berita

Instruksi Presiden, Penanganan Pascabencana di Sumbar Dipercepat

×

Instruksi Presiden, Penanganan Pascabencana di Sumbar Dipercepat

Sebarkan artikel ini
IMG 20251201 WA0002

ZONAPUBLISH- Upaya percepatan penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat (Sumbar) terus dilakukan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk memberikan penanganan maksimal bagi daerah terdampak.

“Seluruh kementerian dan lembaga mengerahkan sumber daya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat,” ujar Pratikno dalam keterangan pers virtual, Minggu (30/11/2025).

BNPB: Sumbar Pulih Lebih Cepat

Kepala BNPB, Suharyanto, menyebut bahwa proses penanganan bencana di Sumbar menunjukkan perkembangan signifikan. Tiga hari setelah bencana, sebagian daerah mulai memasuki fase pemulihan.

“Sumatra Barat sudah lebih pulih di hari ketiga. Cuaca juga mulai membaik, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan,” katanya.

Baca Juga  Tekan Angka Curanmor, Satlantas Polres Tanah Datar Bagikan Kunci Ganda Gratis

BNPB mencatat:
• 129 orang meninggal dunia
• 118 orang masih hilang
• 16 orang luka-luka

Kabupaten Agam mencatat korban terbanyak dengan 87 meninggal dan 76 hilang. Secara keseluruhan, ada delapan kabupaten/kota terdampak, yaitu Agam, Solok, Pesisir Selatan, Padang, Padang Panjang, Pariaman, Tanah Datar, dan Bukittinggi.

Jumlah pengungsi mencapai 77.918 jiwa. Banyak warga memilih kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan material banjir, lalu kembali ke posko pada malam hari.

Kerusakan Infrastruktur Masih Jadi Fokus

Penanganan difokuskan pada:
• jembatan putus
• jalan amblas
• jalur nasional dan provinsi yang masih terputus, termasuk di Padang Panjang dan Sicincin

Baca Juga  Kawal Arus Balik Lebaran, Kapolres Limapuluh Kota Pantau Langsung Titik Rawan Macet

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, selimut, tenda, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, hingga alat berat. Armada udara terbatas karena jalur darat masih berfungsi, yakni:
• 1 helikopter BNPB
• 1 pesawat fixed wing
• 1 helikopter Basarnas

“Personel BNPB sudah empat hari berada di lapangan dan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana,” tambah Suharyanto.

⸻

Pemulihan Sungai & Irigasi Dipacu

Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Sumbar mencatat 131 personel diterjunkan untuk menangani banjir, galodo, sedimentasi sungai, dan kerusakan saluran irigasi.
Alat berat yang digunakan antara lain:
• excavator
• mini excavator
• long arm excavator

Beberapa titik juga menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop.

Baca Juga  Pengangguran di Padang Ditangkap, Terlibat Pencurian di Padang Timur

BMKG: Sumbar Masih Dalam Puncak Musim Hujan

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa Ex-Siklon Tropis Senyar memang sudah menjauh, namun Sumbar masih berada pada puncak musim hujan hingga Desember.

IOD, suhu muka laut, serta konvergensi angin masih memicu pertumbuhan awan hujan sepekan ke depan.

Masyarakat diminta tetap waspada dan mulai kembali ke rumah secara bertahap.

Wilayah yang diimbau meningkatkan kewaspadaan antara lain 16 kabupaten/kota, termasuk Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Solok, dan Solok Selatan.

“Penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan agar risiko bencana hidrometeorologi dapat ditekan,” tutupnya.