Ensiklopedia

Menjemput Panggilan di Atas Roda Tua: Kisah Bang Jun Menuju Baitullah

×

Menjemput Panggilan di Atas Roda Tua: Kisah Bang Jun Menuju Baitullah

Sebarkan artikel ini
15248c5a 57a8 4c49 8712 5ecfc6223905

ZONAPUBLIS – Bagi banyak orang, naik haji adalah soal kesiapan finansial dan menunggu antrean bertahun-tahun. Namun bagi Junaidi, pria berusia 40 tahun asal Padang Pariaman, perjalanan ke Tanah Suci adalah tentang pembuktian iman, keteguhan hati, dan langkah kaki (serta roda tua) yang tak kenal lelah.

Sosok yang akrab disapa Bang Jun ini mendadak menjadi sorotan. Mengikuti jejak Syekh Muhammad Alif yang viral berjalan kaki ke Mekkah, Bang Jun memilih jalannya sendiri—sebuah perjalanan lintas negara yang dimulai dari tekad di ujung pulau Sumatera.

Perjalanan ini tidak dimulai dengan kemewahan. Bang Jun memulai rute panjangnya dari Medan, menyusuri Padang, Palembang, Lampung, hingga menyeberang ke Jakarta. Dari ibu kota, ia terus memacu langkahnya menuju Bandung hingga tiba di Subang.

Baca Juga  SPPG Padang Berperan Aktif Saat Banjir 2025, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Pascabencana

Di Subang, babak baru dimulai. Bang Jun memutuskan melanjutkan perjalanan menggunakan sebuah motor butut. Di sinilah mentalnya diuji lebih keras daripada mesin motornya. Bukan hanya medan jalanan yang menantang, tapi juga “kerikil tajam” berupa cemoohan manusia.

“Selama di perjalanan, saya banyak menerima hinaan. Orang-orang bilang perjalanan ini mustahil, motor tua ini tak akan sanggup. Tapi saya percaya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah selagi niat kita tulus untuk ibadah,” ungkap Bang Jun.

Baginya, suara mesin motor yang terbatuk-batuk jauh lebih merdu daripada suara-suara skeptis yang meragukan mimpinya.

Baca Juga  Lirik Lagu Tor Monitor Ketua Viral di TikTok

Setelah menempuh ribuan kilometer, Bang Jun tiba di Kuala Tungkal, Jambi. Di titik ini, ia harus mengambil keputusan berat. Motor tua yang telah menemaninya melewati panas dan hujan harus ia jual. Secara logistik, tidak mungkin membawa kendaraan tersebut menyeberang ke Batam, apalagi hingga ke luar negeri.

Tanpa beban, motor itu dilepas. Perjalanan yang telah memakan waktu 33 hari tersebut perlahan membuka matanya: bahwa dalam setiap kesulitan, pertolongan Tuhan selalu hadir di waktu yang tepat.

Kini, Bang Jun tengah mengumpulkan energi di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam. Perjalanannya sempat menemui jalan buntu saat urusan administrasi penyeberangan ke Singapura terasa begitu sulit.

Baca Juga  Kontroversi, Sejarah, dan Transformasi Hoyak Tabuik di Pariaman: Dari Ritual Asyura hingga Festival Budaya

Namun, bak oase di tengah gurun, bantuan datang dari arah yang tak terduga. Berkat dukungan seorang politisi asal Malaysia dan bantuan dari Kepala Imigrasi Batam, hambatan tersebut perlahan terkikis. Dalam waktu dekat, langkah kaki Bang Jun akan resmi meninggalkan tanah air menuju Malaysia.

Rute yang menanti di depan mata tidaklah main-main. Dari Malaysia, ia berencana melintasi Thailand, India, hingga Pakistan, sebelum akhirnya sujud di depan Ka’bah, Mekkah.

“Saya memohon doa dari seluruh warga Indonesia, khususnya urang awak di Ranah Minang, agar perjalanan saya dipermudah dan ibadah saya dilancarkan oleh Allah SWT,” harapnya.