BeritaPeristiwa

Kebakaran Pondok Tambak Ikan di Anak Air Padang, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp100 Juta

×

Kebakaran Pondok Tambak Ikan di Anak Air Padang, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp100 Juta

Sebarkan artikel ini
ba4f1662 fe4b 4f11 af45 4c4fff1b732a

ZONAPUBLIS – Sebuah pondok tambak ikan milik warga di kawasan Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ludes dilahap api, Kamis, 5 Februari 2026, siang. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengatakan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 14.41 WIB. Menanggapi laporan tersebut, personel dari Pos 3 Koto Tangah langsung dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga  Fadly Amran Lantik Raju Minropa sebagai Pj Sekda Padang, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana

“Begitu menerima laporan dari saksi, kami langsung mengerahkan tiga unit armada pemadam dengan total 52 personel ke lokasi kejadian,” ujar Rinaldi.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama M. Febrianto (41). Ia melihat kepulan asap tebal membubung dari arah pondok tambak ikan milik Jumasrial (61).

Menyadari adanya api, saksi segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu enam menit setelah laporan masuk.

Namun, proses pemadaman menghadapi tantangan karena lokasi kejadian yang berada di area yang cukup terpencil.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah di Kalumbuk, Kerugian Capai Rp500 Juta

“Situasi di lapangan cukup menantang karena akses jalan yang sempit dan lokasi pondok yang jauh dari keramaian. Namun, tim berhasil melakukan lokalisir api sehingga tidak merambat ke area lahan seluas satu hektar di sekitarnya,” jelas Rinaldi.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.29 WIB. Berdasarkan pendataan petugas, kebakaran ini menghanguskan satu petak bangunan pondok berukuran kurang lebih 7×10 meter persegi. Selain bangunan, sejumlah aset berharga milik korban turut hangus terbakar, di antaranya 1 unit becak motor (bentor) dan 1 unit mesin bajak.

Baca Juga  Kapolri: Kepercayaan Masyarakat adalah Tiang Utama Tugas dan Amanah Polri

Rinaldi menambahkan bahwa penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Kami mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati, terutama di area bangunan kayu atau gudang yang jauh dari jangkauan pantauan rutin,” pungkasnya.