BeritaOlahraga

Resmi: MotoGP Ubah Tata Letak Grid Demi Keselamatan dan Batasi Kuota Motor Pabrikan

×

Resmi: MotoGP Ubah Tata Letak Grid Demi Keselamatan dan Batasi Kuota Motor Pabrikan

Sebarkan artikel ini
03cf7441 4661 4911 ad66 8b89cf05d3b5

ZONAPUBLIS – Komisi Grand Prix resmi mengumumkan sejumlah perubahan regulasi krusial yang akan segera diterapkan di ajang MotoGP. Dua poin utamanya adalah percepatan larangan penggunaan perangkat holeshotsaat start yang berlaku mulai GP Belanda akhir pekan ini, serta perubahan tata letak grid demi meningkatkan keselamatan pembalap.

Perubahan paling mendesak adalah pelarangan total perangkat holeshot, sistem mekanis yang berfungsi menurunkan ketinggian motor untuk mengoptimalkan akselerasi saat start. Larangan ini berlaku efektif mulai seri Tissot Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen akhir pekan ini.

Baca Juga  Polresta Padang Amankan 4 Motor Diduga Terlibat Balap Liar, Patroli Malam Digencarkan

Semula, penghapusan teknologi ini dijadwalkan masuk dalam paket perubahan regulasi besar-besaran pada musim depan. Namun, setelah menjadi topik perdebatan hangat di garasi para pembalap sepanjang musim ini, otoritas MotoGP memutuskan untuk memajukan implementasinya.

Selain masalah holeshot, Komisi Grand Prix juga mengubah konfigurasi posisi start (grid layout). Regulasi baru ini akan mulai diterapkan pada GP Jerman dan berlaku untuk semua kelas, mulai dari Moto3, Moto2, hingga kelas utama MotoGP.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan keselamatan para pembalap sesaat setelah lampu start padam, yaitu dengan memperlebar jarak antar-pembalap (depan-belakang) pada grid dari semula 3 meter menjadi 4 meter, serta mengubah jarak antar-baris dari 9 meter menjadi 12 meter yang tetap diisi oleh 3 pembalap per barisnya.

Baca Juga  Jelang Jambore KSB Kota Padang 2026, 60 Relawan Padang Selatan Terima Baju dan Topi Peserta

Penambahan ruang ini diharapkan dapat memberikan ruang gerak dan waktu reaksi yang lebih aman bagi para pembalap jika terjadi insiden atau motor mogok di barisan depan saat start.

Sebagai langkah jangka panjang, Komisi Grand Prix juga meresmikan aturan mengenai kuota motor di lintasan. Mulai musim 2028, setiap pabrikan dibatasi hanya boleh menyediakan maksimal enam motor di grid.

Artinya, sebuah pabrikan hanya diizinkan menyuplai maksimal dua tim satelit di luar tim pabrikan mereka sendiri. Aturan ini akan mengikat dengan syarat setidaknya ada lima pabrikan berbeda yang berkompetisi di kejuaraan pada tahun tersebut.

Baca Juga  Vasko Ruseimy Wagub Sumbar Responsif dan Tuai Pujian Warga di Media Sosial

Sebagai informasi, komposisi maksimal enam motor ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Ducati pada musim 2026, namun regulasi terbaru ini akan mengunci kebijakan tersebut menjadi aturan hukum yang mengikat pada 2028.