ZONAPUBLIS– Prestasi membanggakan ditorehkan Rimba Langit Pembawa Berkah, siswa kelas VIII SMPN Unggul Dharmasraya, pada ajang seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Sumatera Barat cabang olahraga panjat tebing.
Bertanding di venue panjat tebing Kampus UIN Imam Bonjol Padang selama dua hari, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026), Rimba berhasil membawa pulang dua medali sekaligus.
Ia meraih medali perak setelah finis sebagai juara II nomor Lead Putra tingkat SLTP dan medali perunggu sebagai juara III nomor Speed Klasik tingkat SLTP.
Orang tua sekaligus pelatih Rimba, Mardi Rosa Tanjung, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih putranya sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sejak awal.
“Prestasi yang diraih anak saya rasanya sudah sesuai dengan ekspektasi. Meski hanya juara dua, namun ini sudah sesuai target awal karena persiapan yang kami lakukan memang sangat singkat,” ujar Mardi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, pemusatan latihan (TC) yang dijalani Rimba berlangsung kurang dari satu bulan menjelang pertandingan. Meski demikian, Rimba tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya.
“TC yang kami lakukan memang tidak terlalu lama, hanya kurang dari satu bulan. Namun masih bisa menunjukkan prestasi. Apalagi jika diberi waktu persiapan yang lebih panjang, tentu prestasi yang diraih bisa lebih besar lagi,” katanya.
Mardi mengungkapkan, demi mendampingi latihan putranya, ia harus membagi waktu antara pekerjaannya sebagai wartawan Nusantara TV dengan tugas melatih Rimba. Bahkan, selama masa persiapan, Rimba menjalani pembelajaran dan ujian secara daring dari Padang.
“Berkat dukungan sekolah yang mengizinkan anak saya mengikuti pembelajaran dan ujian secara daring sambil berlatih di Padang, Alhamdulillah ia berhasil meraih medali perak nomor Lead dan medali perunggu nomor Speed. Saya puas dengan pencapaian ini,” tuturnya.
Menurut Mardi, selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung, Rimba bertanding tanpa didampingi tim ofisial, manajer, maupun pendamping O2SN dari Kabupaten Dharmasraya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi dukungan pihak sekolah.
“Saya tetap mengucapkan terima kasih kepada sekolah. Dengan memberikan izin kepada anak saya untuk berlatih bersama saya saja, itu sudah merupakan dukungan terbaik,” ujarnya.
Ke depan, Mardi berharap putranya mendapatkan dukungan yang lebih besar agar dapat meningkatkan prestasi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Target saya sebagai ayah sekaligus pelatih, Rimba harus bisa menjadi juara nasional bahkan juara dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Rimba mengaku termotivasi mengikuti jejak para atlet panjat tebing Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Saya berharap bisa menjadi juara dunia di cabang panjat tebing seperti atlet-atlet Indonesia lainnya yang sudah mengharumkan nama bangsa. Kalau Allah mengizinkan, saya ingin meraih prestasi itu suatu saat nanti,” kata Rimba.
Cabang olahraga panjat tebing merupakan nomor baru yang dipertandingkan pada O2SN tahun 2026. Selama ini, panjat tebing dikenal sebagai salah satu cabang olahraga andalan Indonesia dalam mendulang medali pada berbagai kejuaraan internasional.







