Berita

Pemko Padang Turun Tangan, 134 Ternak Dapat Layanan Kesehatan Pascabencana

×

Pemko Padang Turun Tangan, 134 Ternak Dapat Layanan Kesehatan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
594830960 869054489007457 3083745812911046622 n

ZONAPUBLIS – Tidak hanya manusia yang merasakan dampak bencana, hewan ternak di Kota Padang juga mengalami penurunan kondisi kesehatan pascabanjir.

Melemahnya daya tahan tubuh ternak mendorong Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian untuk segera mengambil langkah cepat dengan meluncurkan program layanan kesehatan hewan pada masa tanggap darurat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyampaikan bahwa pelayanan difokuskan pada kandang-kandang yang mengalami dampak paling parah akibat banjir dan longsor.

“Saat ini kami melakukan pelayanan kesehatan ternak, terutama di lokasi yang terdampak banjir dan longsor,” jelas Yoice, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga  Dugaan Pungli di Wisata Pohon Seribu, Polisi Amankan Dua Pemuda di Pasaman Barat

Sapi dan Kambing Jadi Sasaran Utama

Dalam pelayanan ini, petugas memberikan vitamin untuk meningkatkan imunitas ternak serta obat-obatan bagi hewan yang mengalami luka.

Yoice menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang basah dan dingin membuat kekebalan tubuh ternak menurun sehingga membutuhkan dukungan tambahan.

“Vitamin diberikan untuk memperkuat daya tahan ternak. Untuk ternak yang mengalami luka, kami berikan antibiotik guna mencegah infeksi,” ujarnya.

Hingga kini, sebanyak 58 ekor sapi dan 76 ekor kambing telah memperoleh penanganan kesehatan. Layanan untuk sapi mencakup wilayah Air Pacah (17 ekor), Piai Tangah (7 ekor), dan Kuranji (10 ekor).

Baca Juga  Sumatera Siaga Cuaca Ekstrem, Pertemuan Massa Udara Picu Hujan Lebat

Sementara itu, untuk kambing, pemeriksaan dan pengobatan terbanyak dilakukan di Air Pacah (42 ekor) serta Batuang Taba (20 ekor).

Program ini akan berlanjut pada Kamis (11/12/2025) di kawasan Tabing Banda Gadang dan Lambung Bukit, dengan target sekitar 70 ekor sapi.

Pemerintah kota berharap langkah ini dapat mencegah munculnya penyakit baru serta menjaga ketahanan sektor peternakan setelah bencana.