Berita

Bawaslu RI Lantik 61 CPNS untuk Penugasan di Sumatra Barat

×

Bawaslu RI Lantik 61 CPNS untuk Penugasan di Sumatra Barat

Sebarkan artikel ini
0a89f2a8 39ef 44f1 8098 1118bd724b0f

ZONAPUBLIS – Setelah melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) beberapa bulan lalu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) kembali melantik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan lembaga tersebut, Selasa (19/5/2026).

Dari total CPNS yang dilantik, sebanyak 61 orang mendapat penugasan di wilayah Sumatra Barat (Sumbar). Rinciannya, 11 orang ditempatkan di tingkat Provinsi, sementara sisanya tersebar di kabupaten dan kota se-Sumbar.

Pelantikan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini turut disaksikan langsung dari ruang rapat Bawaslu Sumbar oleh Kabag Hukum, Humas, dan Datin, Roza Maulina; Kabag Administrasi, Mafral; serta Kabag Penanganan dan Penyelesaian Sengketa, Eriayanti.

Baca Juga  Ombudsman RI Temukan Masalah Layanan Bencana di Agam, Masyarakat Terisolasi hingga Harga Gas Naik

Dalam arahannya, Sekjen Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, berpesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) baru tersebut untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu melalui peningkatan kapasitas kerja, dedikasi, serta penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Ferdinand menekankan beberapa poin penting, di antaranya:

  • Peningkatan Kapasitas dan Profesionalisme: Seluruh pegawai didorong untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berinovasi demi kemajuan lembaga.
  • Implementasi Nilai BerAKHLAK: CPNS diminta menjadikan nilai-nilai dasar ASN sebagai pedoman kerja sejak awal pengabdian.
  • Dedikasi dan Mental Kerja: Pegawai diharapkan siap menerima penugasan, berdedikasi tinggi, serta mampu menjaga komunikasi dan kesehatan mental yang baik di lingkungan kerja.
Baca Juga  Lautan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Polda Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

“CPNS harus siap bekerja sama untuk meningkatkan etos kerja agar tidak terjadi kesalahan dan kelalaian dalam bekerja. Dengan demikian, marwah serta kehormatan lembaga tetap terjaga,” tegas Ferdinand.

Ia menambahkan, kesiapan mental dan etos kerja yang tinggi dari para pegawai baru ini diharapkan mampu mengangkat harkat martabat lembaga, sekaligus meminimalisasi kesalahan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Meski dilaksanakan secara virtual, prosesi pelantikan berjalan dengan lancar, khidmat, dan tanpa kendala berarti.