ZONAPUBLIS – Gunung Marapi yang berada di wilayah Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Minggu (14/12/2025), sekitar pukul 16.37 WIB.
Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar 4.091 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah utara. Aktivitas erupsi ini juga terekam jelas pada alat seismograf.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 9,8 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 1 detik,” ujar Ahmad Rifandi saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hingga saat ini Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada).
Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, tepatnya di sekitar Kawah Verbeek.
Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta mewaspadai potensi lahar atau banjir lahar, terutama saat terjadi hujan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Ahmad Rifandi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga berwenang,” tegasnya.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak, seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi guna memperoleh informasi terkini terkait aktivitas gunung api tersebut.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui situs resmi Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, aplikasi Magma Indonesia, serta media sosial resmi PVMBG.







