Ekonomi

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pasar Ulak Karang Fluktuatif

×

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pasar Ulak Karang Fluktuatif

Sebarkan artikel ini
feeda05d a0a7 4051 ab51 a7243fd0ed06

ZONAPUBLIS – Kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Ulak Karang, Kota Padang, terpantau fluktuatif menjelang masuknya bulan suci Ramadan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (27/01/2026), sejumlah komoditas pangan mengalami tren harga yang beragam, mulai dari kenaikan signifikan hingga penurunan harga pada komoditas tertentu.

Kenaikan harga terlihat pada komoditas minyak goreng yang kini dibanderol seharga Rp19.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp18.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga telur ayam justru mengalami penurunan. Untuk ukuran kecil, satu papan telur yang sebelumnya menyentuh Rp57.000 kini turun menjadi Rp52.000.

Baca Juga  BPS Padang Cari Mitra Statistik 2026, Pendaftaran Cuma 4 Hari!

Sementara itu, beberapa bahan pokok lainnya terpantau masih stabil. Tepung terigu bertahan di harga Rp8.000 per kilogram dan gula pasir dijual seharga Rp17.500 per kilogram.

Untuk komoditas beras, harga masih sama, yakni pada angka Rp165.000 per 10 kilogram untuk jenis IR-42, Rp175.000 per 10 kilogram untuk jenis Anak Daro, dan varian Sokan yang mencapai Rp185.000 per 10 kilogram.

Linda, salah satu pedagang di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa dinamika harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal.

Baca Juga  PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru Gelar Khitan Massal "Generasi Emas 2026" untuk 100 Anak di Kota Batam

“Mungkin penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kendala pada proses pengiriman barang menjadi pemicu utama bergesernya harga di tingkat pedagang,” ujarnya.

Kondisi ini juga mulai dikeluhkan oleh masyarakat, salah satunya Eli, seorang konsumen yang mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Biaya belanja yang biasanya berkisar di angka Rp500.000 kini membengkak hingga Rp700.000,” tuturnya.

Eli berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengintervensi pasar agar harga kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Baca Juga  Hari Asyura, KA Pariaman Ekspres Layani 6.082 Pelanggan, Okupansi Tembus 143 Persen