Berita

Ole Romeny Bongkar Laga Gila Indonesia Vs Bangladesh, 4 Assist Jadi Penentu

×

Ole Romeny Bongkar Laga Gila Indonesia Vs Bangladesh, 4 Assist Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20261001 214311
Selebrasi Ole Romeny usai menang 9-2 atas Bangladesh

ZONAPUBLID.ID – Timnas Indonesia melewati pertandingan penuh drama saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), skuad Garuda menang telak 9-2 dan memastikan tiket ke final.

Di balik pesta gol tersebut, Ole Romeny menjadi salah satu pemain yang memiliki peran penting. Penyerang Indonesia itu menyumbangkan empat assist, termasuk umpan untuk gol pertama dan kedua Mitchell Baker, gol keempat Baker, serta gol Luke Vickery. Catatan tersebut membuat kontribusi Romeny tidak kalah menarik dibandingkan Baker yang memborong lima gol.

Romeny membuka kontribusinya ketika Indonesia mencetak gol pertama. Ia bergerak dari sisi kanan sebelum melepaskan umpan ke arah Baker yang kemudian menyelesaikannya dengan tembakan akurat.

Tidak berhenti di situ, pergerakan Romeny kembali merepotkan lini pertahanan Bangladesh. Ia menjadi bagian penting dalam beberapa serangan yang membuat Indonesia mampu mencetak enam gol sebelum turun minum.

Pada babak kedua, ketika pertandingan mulai memasuki fase yang lebih menegangkan, Romeny kembali memainkan peran penting. Umpannya membantu Luke Vickery mencetak gol ketujuh Indonesia pada menit ke-90.

Setelah Bangladesh memperkecil skor menjadi 7-2, Indonesia masih membutuhkan tambahan gol untuk memastikan posisi puncak Grup A. Kevin Diks kemudian membuat skor menjadi 8-2 pada menit ke-90+6.

Baca Juga  Jelang Final Indonesia Vs Thailand, Kondisi Ole Romeny Masih Tanda Tanya

Hanya semenit kemudian, Baker mencetak gol kelimanya setelah memanfaatkan umpan Romeny. Gol tersebut memastikan Indonesia menang 9-2 sekaligus mengunci posisi teratas Grup A.

Romeny Sebut Pertandingan Paling Gila

Setelah pertandingan, Romeny mengakui bahwa duel melawan Bangladesh merupakan salah satu pertandingan paling luar biasa yang pernah dia jalani.

Pernyataan tersebut tidak lepas dari situasi yang terjadi sepanjang pertandingan. Indonesia sempat unggul jauh pada babak pertama, tetapi harus terus mencetak gol karena Malaysia juga mencatat kemenangan besar atas Singapura.

“Ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Luar biasa rasanya,” kata Romeny seusai pertandingan.

Romeny mengungkapkan bahwa para pemain Indonesia terus mendapat dorongan dari bangku cadangan untuk menambah gol.

Setiap kali Indonesia mencetak gol, para pemain di bangku cadangan disebut terus meneriakkan permintaan agar tim mencetak satu gol lagi.

Situasi semakin panas setelah Romeny terlibat insiden dengan pemain Bangladesh. Namun, fokus Indonesia akhirnya tetap terjaga sampai pertandingan selesai.

“Pertandingan ini benar-benar menyajikan segalanya. Sangat luar biasa dan saya begitu bahagia kami bisa lolos ke babak final. Namun, tugas kami belum selesai,” ujar Romeny.

Baca Juga  Bawaslu Padang Perkuat Kehumasan Jelang Pemilu 2029

Menurutnya, keberhasilan mencapai final baru merupakan satu tahapan. Tim Indonesia masih memiliki pertandingan terakhir yang harus dimenangkan.

Romeny juga menjelaskan bagaimana dirinya bermain di bawah arahan John Herdman.

Menurut dia, Herdman memberikan keleluasaan kepada pemain untuk bergerak dan mengeksplorasi ruang selama struktur permainan tetap dipertahankan.

“Ya, beliau memberi kami kebebasan selama struktur posisi tetap terjaga,” kata Romeny.

Pada awal pertandingan, Romeny lebih sering bergerak di sektor kanan. Namun, seiring berjalannya laga, ia mulai berpindah posisi untuk mencari ruang yang lebih menguntungkan.

Menurut Romeny, perubahan posisi tersebut justru membuat permainan Indonesia semakin berbahaya.

“Pada awal pertandingan, saya lebih banyak beroperasi di sisi kanan, namun menjelang akhir laga, rasanya naluri bermain mengambil alih,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemain harus mampu bergerak ke berbagai area ketika situasi pertandingan membutuhkannya. Perpindahan tersebut akhirnya membantu Indonesia menciptakan peluang dan mencetak gol-gol penting di penghujung laga.

Romeny melihat perkembangan positif dalam skuad Indonesia sejak menjalani rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurutnya, rasa percaya diri pemain semakin meningkat setelah melewati pertandingan-pertandingan dengan situasi sulit.

“Kami terus berproses, kami bisa merasakannya. Rasa percaya diri kami pun kian tumbuh, terlebih setelah laga-laga seperti ini,” ucapnya.

Baca Juga  Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Vs Thailand, Anthony Hudson Soroti Kekuatan Garuda

Ia juga menyoroti hubungan antarpemain yang semakin dekat. Kekompakan tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting sebelum menghadapi pertandingan final.

“Rasa persaudaraan di dalam tim semakin erat. Rasanya benar-benar seperti keluarga, jadi kami berusaha melangkah setahap demi setahap,” tutur Romeny.

Indonesia Lolos ke Final

Kemenangan atas Bangladesh membawa Indonesia mengakhiri Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Garuda berada di posisi pertama setelah unggul jumlah gol yang dicetak dibandingkan Malaysia. Kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dan sama-sama memiliki selisih gol plus tujuh, tetapi Indonesia mencetak 11 gol, sedangkan Malaysia sembilan.

Laga melawan Bangladesh menjadi dramatis karena Indonesia harus menambah dua gol pada masa tambahan waktu setelah Malaysia memastikan kemenangan 6-0 atas Singapura.

Kevin Diks mencetak gol kedelapan Indonesia pada menit ke-90+6 sebelum Baker menutup pertandingan dengan gol kelimanya satu menit kemudian.

Kini Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026.

Bagi Romeny dan seluruh skuad Garuda, kemenangan besar atas Bangladesh sudah berlalu. Tantangan berikutnya adalah pertandingan final yang menjadi kesempatan Indonesia untuk menuntaskan perjalanan di turnamen tersebut. (*)