Berita

Sinyal Ponsel Salah Satu Jurnalis Terdeteksi di Pulau Sebesi, Pencarian 8 Orang Masih Nihil

×

Sinyal Ponsel Salah Satu Jurnalis Terdeteksi di Pulau Sebesi, Pencarian 8 Orang Masih Nihil

Sebarkan artikel ini
Sinyal Ponsel Salah Satu Jurnalis Terdeteksi di Pulau Sebesi, Pencarian 8 Orang Masih Nihil
Satpolairud Polres Lampung Selatan bersama tim SAR gabungan menyisir kawasan pesisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang.

ZONAPUBLIS.ID – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih terus berlangsung. Memasuki hari kelima, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan delapan orang yang berada dalam rombongan tersebut.

Salah satu petunjuk sempat muncul dari data sinyal telepon seluler. Sinyal dari salah satu ponsel milik penumpang dilaporkan terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan.

Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian tim SAR. Penyisiran di lokasi itu telah dilakukan berulang sejak hari kedua operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan data sinyal tersebut berasal dari nomor telepon milik salah satu dari tujuh penumpang yang perangkatnya dianalisis.

“Berdasarkan data sinyal ponsel dari 7 orang penumpang, ada 1 nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi,” kata Al Amrad saat memberikan keterangan mengenai perkembangan operasi SAR hari kelima, Sabtu (12/9/2026) malam.

Baca Juga  Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Menurut Amrad, tim tidak hanya melakukan pencarian sekali di titik yang ditunjukkan oleh data sinyal. Lokasi tersebut kembali diperiksa dari hari kedua hingga hari kelima untuk memastikan apakah terdapat petunjuk mengenai keberadaan rombongan.

“Pengecekan ke lokasi tersebut sudah kami lakukan sejak hari kedua hingga hari ini,” ujarnya.

Pencarian kemudian diperluas. Tim menyisir wilayah perairan di sekitar Pulau Sebesi dan turut memeriksa area daratan yang berada di sekitar lokasi yang berkaitan dengan hasil analisis sinyal telepon seluler.

Namun, hingga operasi SAR memasuki hari kelima, pencarian di kawasan tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Tim SAR juga berupaya mencari petunjuk dari sumber lain. Salah satunya dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga  Satu Pelamar Gugur di Awal Seleksi Terbuka Sekda Kota Padang

Pemeriksaan rekaman tersebut diharapkan dapat membantu memberikan gambaran mengenai pergerakan rombongan sebelum mereka kehilangan kontak.

Namun, upaya itu belum menghasilkan informasi yang dapat mengarahkan tim kepada keberadaan korban.

“Ada satu CCTV di sana yang hasilnya nihil, sedangkan CCTV lainnya sedang dalam kondisi rusak,” kata Amrad.

Dengan demikian, sampai berakhirnya pelaksanaan operasi pada hari kelima, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 masih belum diketahui.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya merupakan kru kapal, yakni Warta yang bertugas sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Baca Juga  Penumpang Terdampak Penutupan Soetta Dapat Bus dan Kereta Gratis ke Bandara Alternatif

Rombongan tersebut sebelumnya diketahui melakukan perjalanan menggunakan speedboat Arupadhatu 1 menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Mereka dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tujuan perjalanan tersebut berkaitan dengan aktivitas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, setelah perjalanan berlangsung, rombongan akhirnya kehilangan kontak. Kondisi tersebut kemudian memicu operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan.

Memasuki hari kelima, sejumlah petunjuk telah ditindaklanjuti, termasuk sinyal ponsel yang sempat terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi dan pemeriksaan CCTV di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Meski demikian, seluruh upaya tersebut belum memberikan hasil berupa penemuan delapan orang yang masih dicari.

Tim SAR masih terus berupaya mendapatkan petunjuk lain untuk mengetahui lokasi terakhir rombongan sekaligus menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. (*)