ZONAPUBLIS – Kehadiran coffee shop di berbagai daerah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kota besar hingga kawasan permukiman, kedai kopi bermunculan dengan konsep yang beragam, mulai dari tempat nongkrong, ruang bekerja, hingga lokasi untuk membuat konten media sosial.
Fenomena ini dinilai membuka peluang usaha yang menjanjikan. Selain permintaan kopi yang terus meningkat, coffee shop juga menawarkan pengalaman yang menjadi daya tarik bagi konsumen, seperti desain interior yang estetik, menu minuman yang beragam, akses Wi-Fi, dan suasana yang nyaman untuk berkumpul.
“Coffee shop kini bukan hanya tempat membeli kopi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama kalangan anak muda.
Menurut Romijabrand dalam postingan tiktoknya, coffe shopp yang bisa bertahan lebih dari lima tahun adalah yang paling berhasil membangun hubungan dengan pelanggannya.
Sebagai seseorang yang sudah berpengalaman lama di dunia f&b, coffe shopp yang bertahan biasanya adalah yang sangat disiplin soal biaya operasional.
Persaingan yang semakin ketat membuat tidak sedikit kedai kopi yang tutup dalam waktu singkat karena sulit mempertahankan pelanggan.
Sehingga banyak yang menyebutnya, tren coffe shopp adalah bisnis musiman.
Selain tingginya biaya operasional, seperti sewa tempat, bahan baku, dan gaji karyawan, pelaku usaha juga dituntut terus menghadirkan inovasi menu dan pelayanan agar tetap diminati.
Ramai karena viral dinilai bisa bertahan beberapa minggu, tetapi pelanggan yang datang berulang kali adalah yang menjaga bisnis tetap hidup.
“Faktor yang paling penting yaitu pelanggan kembali karena mereka percaya dengan pengalaman yang konsisten bukan karena rasa penasaran.” Ujarnya.
Coffe shopp yang bertahan juga mampu beradaptasi mengikuti tren tanpa kehilangan karakter.







