Berita

Wapres Gibran Lepas Pejuang Digital, Dorong Pembelajaran Interaktif di Wilayah 3T

×

Wapres Gibran Lepas Pejuang Digital, Dorong Pembelajaran Interaktif di Wilayah 3T

Sebarkan artikel ini
2b9cac75 16cf 484a 80c3 c249cfa54fa0

ZONAPUBLIS – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran guna menjembatani kesenjangan akses pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dalam arahannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kebutuhan.

“Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan di tengah laju perubahan zaman,” ujar Gibran.

Baca Juga  Langgar Perda Trantibum, 13 Orang Diamankan Satpol PP Padang Saat Razia Kos

Ia juga menekankan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan kualitas pembelajaran maupun membuka peluang ekonomi baru.

“Transformasi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM agar mampu meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gibran menyebut bahwa digitalisasi pendidikan bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dalam proses belajar.

“Digitalisasi pendidikan bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan cara berpikir dan cara belajar untuk menyiapkan masa depan,” tegasnya.

Baca Juga  Pesawat CN-295 TNI AU Bawa 3,6 Ton Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera Barat

Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sebanyak 150 alumni LPDP akan ditugaskan di 150 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke, selama tiga bulan.

Mereka akan mendampingi para guru dalam pemanfaatan teknologi serta memperkuat pembelajaran berbasis digital di sekolah.

Program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga  Tinjau Galodo Solok, Wapres Gibran Dorong Percepatan Pemulihan dan Mitigasi Bencana