Berita

Wagub Sumbar Minta Pengguna Jalan Bersabar Hadapi Kemacetan Proyek Rigid Beton Padang–Solok

×

Wagub Sumbar Minta Pengguna Jalan Bersabar Hadapi Kemacetan Proyek Rigid Beton Padang–Solok

Sebarkan artikel ini
a4fa16f9 6931 4e90 9703 75a48b86df81

ZONAPUBLIS – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, meminta masyarakat bersabar menghadapi kemacetan arus lalu lintas di ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto. Kemacetan tersebut terjadi akibat pekerjaan peningkatan kemantapan jalan yang sedang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar.

Pernyataan tersebut disampaikan Vasko saat meninjau langsung lokasi pengerjaan jalan di Nagari Talang, Kabupaten Solok, Minggu sore (2/8/2026). Ia menyatakan, kemacetan merupakan risiko yang tidak terhindarkan dalam proses pembangunan infrastruktur demi kenyamanan jangka panjang.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Tuntaskan Program Nasional Penutupan 35 Perlintasan Liar

“Kalau kita ingin jalan yang lebih baik, tentu ada proses yang harus dilalui. Salah satu risikonya memang kemacetan. Mau tidak mau kita harus menghadapi itu, karena kalau tidak, jalan akan terus rusak,” ujar Vasko.

Ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto merupakan jalur strategis dengan volume kendaraan dan tonase angkutan barang yang tinggi. Guna mengatasi kerusakan yang kerap terjadi, BPJN Sumbar meningkatkan konstruksi jalan dari aspal menjadi perkerasan kaku (rigid beton).

Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II BPJN Sumbar, Masudi, menjelaskan bahwa peningkatan konstruksi ini didasarkan pada kajian teknis beban kendaraan dan struktur tanah. Pada tahun 2026, pekerjaan rigid beton di Kabupaten Solok dipusatkan di Nagari Talang, mulai dari kawasan SMP Negeri 1 Talang hingga Rumah Makan Sawah Ujuang dengan panjang penanganan sekitar satu kilometer.

Baca Juga  BNPB: Kekeringan Dominasi Bencana Nasional, Karhutla dan Banjir Masih Terjadi di Sejumlah Daerah

Selain rigid pavement, BPJN Sumbar melalui PPK 2.1 PJN Wilayah II juga melaksanakan rehabilitasi minor sepanjang 3.197 meter di tujuh titik berbeda pada ruas jalan tersebut.

Selama proses pengerjaan berlangsung, petugas memberlakukan sistem buka-tutup jalur secara bergantian setiap 15 menit. Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BPJN mengimbau pengguna jalan untuk tertib, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan dua jalur alternatif bagi pengendara dari arah Padang menuju Kota Solok maupun sebaliknya, yaitu melalui ruas Jawi-Jawi–Guguak dan ruas Sari Manggis.

Baca Juga  Container Rem Blong Tabrak Tiga Rumah di Pampangan Padang, Kernet Meninggal Dunia