ZONAPUBLIS- Lapas Perempuan Kelas IIB Padang terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan melalui pengembangan keterampilan dan kompetensi kerja. Salah satunya dilakukan dengan mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumatera Barat dalam kunjungan ke BPVP, Rabu (12/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan kerja sama pengembangan program vokasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Barat.
Susi mengatakan, kerja sama dengan BPVP diharapkan dapat memperkuat program pembinaan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja warga binaan.
“Pengembangan keterampilan vokasional merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui pelatihan yang tepat dan berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujar Susi.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai potensi kerja sama, mulai dari pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan program vokasi yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Menurut Susi, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Persiapan PKS dengan BPVP juga diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi seluruh UPT Pemasyarakatan di Sumatera Barat terhadap pelatihan vokasi yang berkualitas dan sesuai kebutuhan.
“Dengan adanya keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif serta memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Sinergi antara jajaran Ditjenpas dan BPVP tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemandirian warga binaan.
Melalui program vokasi, pembinaan di lembaga pemasyarakatan diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan bekal untuk berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat.














