Berita

Mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat melalui Sosialisasi Budidaya Kangkung Hidroponik di Nagari Pauah

×

Mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat melalui Sosialisasi Budidaya Kangkung Hidroponik di Nagari Pauah

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat melalui Sosialisasi Budidaya Kangkung Hidroponik di Nagari Pauah

ZONAPUBLIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas (UNAND) Nagari Pauah melaksanakan sosialisasi budidaya hidroponik sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara lebih produktif di Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu (19/9/2026).

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara tiga tahapan, yaitu proses penyemaian, pemindahan bibit kedalam netpot dan proses pemanenan. Tujuannya agar masyarakat mampu mempraktikkan teknik budidaya hidroponik secara mandiri hingga tahap panen.

​Kegiatan awal sosialisasi hidroponik yang dilaksanakan pada Minggu, (19/7/2026) ini mahasiswa KKN UNAND memperkenalkan teknik dasar hidroponik kepada masyarakat sebagai metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan larutan nutrisi sebagai unsur hara tanaman.

Masyarakat juga dikenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan, seperti instalasi hidroponik, netpot, rockwool, kain flanel, serta nutrisi AB Mix. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan penyemaian benih kangkung menggunakan media rockwool serta cara pembuatan larutan nutrisi AB Mix yang tepat sebagai bekal awal dalam budidaya hidroponik.

Baca Juga  Ditlantas Polda Sumbar Evaluasi Pengalihan Jam Operasional Angkutan Barang, Tambah Pos dan Personel

​Sosialisasi kedua, pada Sabtu, 25 Juli 2026, kegiatan difokuskan pada praktik pemindahan bibit hasil penyemaian ke instalasi hidroponik. Sebelum proses pemindahan dilakukan, masyarakat turut serta mempersiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan, meliputi bibit semaian dalam rockwool, netpot yang dipasangi kain flanel sebagai sumbu, nutrisi AB Mix, air bersih, ember atau gelas ukur untuk pencampuran nutrisi, alat ukur pH dan TDS meter untuk mengukur tingkat konsentrasi keasaman air.

​Rangkaian sosialisasi secara teknis ditutup pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan materi mengenai teknik panen kangkung hidroponik. Mahasiswa menjelaskan bahwa kangkung hidroponik umumnya siap dipanen pada umur 21–25 hari setelah tanam (HST), ditandai dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 20–25 cm dan daun yang tumbuh lebat berwarna hijau segar.

Baca Juga  KKN Unand Dorong Pengembangan Potensi Wisata Nagari Mungo

Peserta dikenalkan pada dua metode panen, yaitu metode potong dengan menyisakan batang sekitar 2–3 cm agar tanaman dapat tumbuh kembali, serta metode cabut apabila instalasi akan ditanami bibit baru.

Masyarakat juga dianjurkan melakukan panen pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau sore hari setelah pukul 16.00 WIB agar kualitas kangkung tetap segar.

​Pelaksanaan program pemberdayaan yang inovatif ini tidak terlepas dari dukungan penuh serta pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas.

Sebagai lembaga di bawah koordinasi Wakil Rektor IV yang menaungi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi sejak penggabungannya pada tahun 2012, LPPM Unand berperan penting dalam memastikan setiap program pengabdian mahasiswa relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui dukungannya, LPPM mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan pengaplikasiannya secara langsung di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Baca Juga  500 Bibit Tanaman Disalurkan Mahasiswa KKN Unand untuk Hijaukan Nagari Mungo

Melalui rangkaian kegiatan yang didukung oleh LPPM dan berlangsung selama tiga pekan ini, mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas berharap masyarakat Nagari Pauah dapat menerapkan budidaya hidroponik sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan sayuran sehat sekaligus membuka peluang usaha berbasis pertanian modern.

Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam mendorong kemandirian pangan dan pemanfaatan lahan sempit secara berkelanjutan di Nagari Pauah.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap hidroponik bukan hanya menjadi wawasan baru, tetapi bisa diterapkan secara berkelanjutan di pekarangan rumah masing-masing. Terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini hingga selesai.” Ujar Anita, Mahasiswa Pertanian Universitas Andalas sekaligus PIC dalam program kerja hidroponik ini. (**)