Berita

Mahasiswa KKN Unand Kunjungi BUMNag Ayam Petelur Pauah, Pelajari Konsep Ketahanan Pangan Berkelanjutan

×

Mahasiswa KKN Unand Kunjungi BUMNag Ayam Petelur Pauah, Pelajari Konsep Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260716 WA0010

ZONAPUBLIS– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas (Unand) Nagari Pauah mengunjungi unit usaha Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur, Kamis (16/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat pengelolaan usaha nagari sekaligus menggali potensi ekonomi lokal dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan itu, mahasiswa mendapatkan penjelasan terkait perkembangan unit usaha ayam petelur BUMNag Nagari Pauah yang mulai berdiri pada akhir Agustus 2025. Saat pertama beroperasi, usaha tersebut memiliki 540 ekor ayam.

Baca Juga  LDII Kota Padang Tebar Ribuan Paket Daging Kurban, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Pada tahap awal, kebutuhan pakan masih didukung melalui dana desa. Namun, seiring meningkatnya produksi, biaya pakan kini sepenuhnya dipenuhi dari hasil penjualan telur.

Saat ini, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 15 tray atau kurang lebih 450 butir telur setiap hari. Hasil produksi itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nagari Pauah.

Menariknya, BUMNag Nagari Pauah juga menerapkan sistem integrasi antara peternakan ayam petelur dan budidaya ikan lele. Limbah organik dari peternakan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber nutrisi untuk mendukung budidaya lele.

Baca Juga  Pramuka Jadi Sarana Pembentukan Karakter Warga Binaan di Lapas Perempuan Padang

Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, mengurangi limbah, sekaligus menciptakan siklus usaha yang saling mendukung.

Direktur BUMNag Nagari Pauah, Yon Surada, mengatakan pengelolaan usaha tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya belum tersedianya teknologi untuk memproduksi pakan secara mandiri.

“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah belum tersedianya teknologi untuk penggilingan pakan. Padahal, kami ingin memproduksi pakan sendiri dengan memanfaatkan jagung yang dibudidayakan masyarakat sebagai bahan baku utama, sehingga ke depan usaha ini bisa lebih mandiri,” ujar Yon Surada.

Baca Juga  Raffi Ahmad Sumbang Rp5 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Sumbar

Menurutnya, kemandirian dalam produksi pakan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha BUMNag sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil pertanian masyarakat Nagari Pauah.

Sementara itu, melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN Unand memperoleh pengalaman langsung terkait pengelolaan unit usaha BUMNag dan pentingnya inovasi dalam membangun kemandirian ekonomi nagari.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang mendukung pengembangan potensi lokal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagari Pauah.