ZONAPUBLIS- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat menggelar sosialisasi program promosi dan pemanfaatan peluang kerja luar negeri di SMK Negeri 2 Padang, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri. Sosialisasi ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peluang kerja di luar negeri sekaligus pentingnya meningkatkan keterampilan dan kompetensi sebelum menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kepala Biro Hukum Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Wahyudi Putra, mengatakan lulusan SMK memiliki peluang untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara, namun harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
“Diharapkan lulusan SMK dapat ditingkatkan skill-nya,” kata Wahyudi.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai bidang yang dibutuhkan di luar negeri.
Sementara itu, Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, mengatakan peluang kerja bagi PMI terbuka di sejumlah negara, di antaranya Turki, Jepang, Malaysia dan Singapura.
Ia menekankan, masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri harus melalui prosedur resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia.
“Dengan bekerja di luar negeri melalui prosedur yang sesuai dengan ketentuan Republik Indonesia, dapat memberikan dampak dalam mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan perekonomian pekerja migran Indonesia,” ujarnya.
Jupriyadi menyebut, informasi mengenai peluang kerja luar negeri perlu terus disosialisasikan kepada generasi muda agar mereka memahami mekanisme penempatan PMI secara resmi dan memiliki persiapan yang cukup.
Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi salah satu faktor penting agar lulusan SMK mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.
“Selain keterampilan teknis, calon PMI juga perlu memahami prosedur keberangkatan, perlindungan hukum serta hak dan kewajiban selama bekerja di luar negeri,” Katanya.
Kegiatan di SMKN 2 Padang tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BP3MI Sumbar untuk memperkenalkan peluang kerja internasional kepada siswa sekolah kejuruan.
“Para peserta didorong untuk memanfaatkan pendidikan vokasi sebagai bekal memasuki dunia kerja, termasuk peluang berkarier di luar negeri secara legal dan sesuai prosedur,” Katanya.
BP3MI Sumbar juga mengingatkan calon PMI agar tidak mudah tergiur tawaran kerja dari pihak yang tidak memiliki kewenangan. Informasi mengenai proses penempatan perlu diperoleh melalui kanal dan lembaga resmi guna mencegah terjadinya permasalahan dalam proses migrasi kerja.
“Melalui sosialisasi tersebut, BP3MI Sumbar berharap semakin banyak lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri sekaligus memahami pentingnya bekerja melalui prosedur resmi untuk mendapatkan perlindungan selama bekerja di luar negeri,” Katanya.









