Ekonomi

Gempur Pasar Global di 14 Negara, BSI Perkuat Jaringan Remitansi untuk Pekerja

×

Gempur Pasar Global di 14 Negara, BSI Perkuat Jaringan Remitansi untuk Pekerja

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 02 19 at 12.55.34.jpeg

ZONAPUBLIS – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat transaksi remitansi hingga Desember 2025 melesat menjadi 1,8 juta transaksi atau tumbuh 9 persen (year on year/yoy), dengan nilai transaksi sekitar Rp116 triliun.

Menurut perseroan, pertumbuhan ini digerakkan oleh jaringan remitansi di 14 negara dengan lebih dari 30 mitra global.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa ekspansi jaringan yang dilakukan perseroan sebagai respons langsung atas lonjakan kebutuhan transaksi perbankan syariah di kalangan pekerja migran Indonesia (PMI).

Baca Juga  PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah II Pekanbaru Dorong Masyarakat Natuna Semakin Cerdas dan Sehat Mengelola Keuangan

“Malaysia menjadi salah satu kantong transaksi terbesar. Di sanalah BSI masuk lebih dalam dengan layanan yang mudah diakses dari berbagai negara,” kata Anton.

Pada awal 2026, BSI bersinergi dengan KJRI Johor Bahru dan KBRI Kuala Lumpur melalui program literasi keuangan untuk PMI.

Kegiatan ini bahkan tidak terbatas pada edukasi melainkan juga mendorong transaksi mulai dari pengelolaan keuangan, investasi tabungan emas, hingga mengirimkan devisa ke dalam negeri dan pengiriman uang lintas negara melalui superapps BYOND by BSI.

Baca Juga  Surprise Deal! SIMPATI Bikin Nonton Makin Gas dengan Kuota Berlimpah

Perseroan mengimplementasikan strategi dua jalur, yakni business to business (B2B) untuk menggenjot volume remitansi serta business to customer (B2C) untuk mengakselerasi aktivasi digital nasabah migran.

Menurut perseroan, strategi ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan arus dana PMI dari luar negeri ke berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini, layanan remitansi dari BSI telah tersedia di Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia.

Baca Juga  25 Ton Kulit Kayu Manis Sumbar Diekspor ke Amerika Serikat, Bernilai Rp1,3 Miliar

Anton pun menegaskan bahwa remitansi bukan sekadar transaksi, tetapi juga penggerak ekonomi daerah.

“Kami ingin PMI bukan hanya mengirim uang, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih kuat dan aman,” tutup Anton.  (*)