ZONAPUBLIS – Persija Jakarta harus mengakui keunggulan Semen Padang FC usai menelan kekalahan dalam laga lanjutan kompetisi yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (22/12/2025) malam.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai timnya gagal tampil maksimal, terutama setelah bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah.
Usai pertandingan, Mauricio Souza mengungkapkan bahwa laga tersebut bukanlah malam yang membahagiakan bagi Macan Kemayoran.
Meski sempat menguasai permainan pada babak pertama, ia menilai performa anak asuhnya masih berada di bawah standar permainan yang biasa ditampilkan Persija.
“Di babak pertama kami sebenarnya sedikit lebih baik dari Semen Padang, tetapi masih jauh dari level permainan yang biasa kami lakukan. Setelah kartu merah, pertandingan berubah dan menjadi semakin sulit,” ujar Mauricio.
Menurutnya, Persija tetap berupaya mengejar kemenangan meski kehilangan satu pemain. Beberapa peluang berhasil diciptakan, namun tidak ada yang mampu dikonversi menjadi gol.
“Kami beberapa kali sampai ke depan gawang lawan, tetapi tidak bisa menembus pertahanan mereka. Pada akhirnya, ini bukan malam yang baik bagi kami,” tambahnya.
Terkait keputusan wasit yang mengeluarkan dua kartu merah dalam pertandingan tersebut, Mauricio memilih untuk tidak banyak berkomentar.
Ia menegaskan tidak ingin kembali membahas kepemimpinan wasit dan menyerahkan penilaian tersebut kepada pihak liga dan media.
“Saya punya pendapat soal wasit, tapi saya memilih untuk tidak berkomentar lagi. Biarlah pihak yang berwenang dan media yang menyuarakan hal tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengakui bahwa timnya belum mampu menjalankan instruksi pelatih secara optimal pada babak pertama.
Kartu merah yang diterima salah satu pemain membuat situasi pertandingan semakin sulit.
“Di babak pertama, banyak keinginan coach yang belum bisa kami jalankan dengan baik. Setelah kartu merah, coach tetap meminta kami untuk terus berjuang dan bermain lebih baik di babak kedua,” kata Rizky.
Ia menambahkan, meski bermain dengan 10 pemain, Persija tetap berusaha menyerang demi mencetak gol.
Tekad tersebut juga didorong oleh keinginan mempersembahkan kemenangan bagi Jakmania yang tengah merayakan hari jadi.
“Dengan 10 pemain kami tetap mencoba menyerang dan mencetak gol. Tapi kami kebobolan satu gol dan akhirnya kalah. Sekarang kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Persija Jakarta, terutama dalam menjaga konsistensi permainan, kewaspadaan saat kehilangan bola, serta efektivitas penyelesaian akhir.
Mauricio Souza memastikan akan kembali meninjau rekaman pertandingan untuk memperbaiki kekurangan tim ke depan.







