Kriminal

BNNP Sumbar Catat Lonjakan Pengungkapan Narkotika 2025, Puluhan Pengedar Ditangkap

×

BNNP Sumbar Catat Lonjakan Pengungkapan Narkotika 2025, Puluhan Pengedar Ditangkap

Sebarkan artikel ini
IMG 20251223 WA0021

ZONAPUBLIS – Sepanjang tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat berhasil membongkar belasan perkara peredaran narkotika.

Dari rangkaian pengungkapan tersebut, puluhan pelaku yang berperan dalam jaringan peredaran gelap berhasil diamankan.

Dalam pemaparan evaluasi akhir tahun di Kantor BNNP Sumbar, Selasa (23/12/2025), tercatat sebanyak 14 perkara narkotika berhasil diungkap. Dari kasus-kasus itu, aparat menetapkan 37 orang sebagai tersangka.

Kepala BNNP Sumatera Barat, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, menjelaskan bahwa seluruh tersangka memiliki peran aktif dalam mata rantai peredaran narkotika, baik sebagai pengendali maupun pengantar barang terlarang tersebut.

“Semua yang kita tetapkan sebagai tersangka adalah bagian dari jaringan peredaran, mulai dari bandar sampai kurir. Tidak ada pengguna yang kita proses dalam pengungkapan sepanjang 2025,” kata Ricky.

Baca Juga  Satresnarkoba Polresta Padang Tangkap Petani Diduga Pengedar Sabu

Ia menyoroti perubahan pola distribusi narkotika di wilayah Sumatera Barat. Jika sebelumnya daerah ini lebih sering menjadi sasaran kiriman, kini ditemukan indikasi Sumbar mulai berfungsi sebagai daerah asal pengiriman sabu ke provinsi lain.

“Dalam salah satu kasus, sabu justru dikirim dari Sumbar ke Sumatera Selatan. Ini menjadi sinyal perubahan pola peredaran yang harus kita waspadai,” ujarnya.

Ricky memaparkan, saat penindakan awal di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan indikasi bekas penggunaan.

Namun pengembangan kasus mengungkap keberadaan stok sabu yang masih disimpan di kediaman tersangka dan belum sempat diedarkan.

Dari hasil perbandingan dengan tahun sebelumnya, BNNP Sumbar mencatat peningkatan cukup tajam baik dari jumlah pelaku yang terlibat maupun volume barang bukti narkotika, terutama sabu.

Baca Juga  Komplotan Pencuri Lintas Provinsi Dibekuk di Padang, Tiga Terduga Pelaku Diamankan Usai Dipergoki Warga

“Terjadi kenaikan signifikan, baik dari sisi tersangka maupun barang bukti sabu. Di internal BNN, kenaikannya hampir dua kali lipat, belum termasuk pengungkapan oleh Polda,” jelas Ricky.

Berdasarkan estimasi penghitungan bersama aparat penegak hukum, peredaran narkotika yang masuk ke Sumatera Barat diperkirakan mencapai hampir 20 kilogram setiap bulan untuk jenis methamphetamine dan amphetamine.

“Angka ini menunjukkan ancaman yang serius. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui sinergi BNN, Polda, Bea Cukai, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Untuk jalur distribusi, wilayah Pasaman dan Pasaman Barat masih tercatat sebagai akses utama masuknya narkotika jenis ganja.

Baca Juga  Patroli Dini Hari, Satpol PP Padang Amankan Miras dan Data Pengunjung Tanpa Identitas

Sementara peredaran sabu umumnya berasal dari wilayah Sumatera Utara dan Riau.

“Ganja biasanya masuk melalui Pasaman dan Pasaman Barat. Sedangkan sabu kebanyakan datang dari Sumatera Utara dan Riau, baik melalui jalur Pasaman maupun Pekanbaru,” katanya.

Sementara itu, hasil survei BNN menunjukkan sekitar 1,1 persen penduduk Sumatera Barat terindikasi terlibat narkotika. Dari angka tersebut, mayoritas merupakan pengguna ganja.

“Meski ganja kualitas terbaik berasal dari Aceh, pasokan ke Sumbar lebih banyak datang dari Mandailing Natal, Sumatera Utara, karena faktor jarak. Sepanjang 2025, wilayah itu masih menjadi pemasok utama,” tutup Ricky.