Berita

Antisipasi Banjir Bandang, ITP Peduli Pasang 1.000 Tanggul Darurat di Bantaran Sungai Siteba

×

Antisipasi Banjir Bandang, ITP Peduli Pasang 1.000 Tanggul Darurat di Bantaran Sungai Siteba

Sebarkan artikel ini
6c58c588 8318 481d bd1c 2e2a868cd5a5

ZONAPUBLIS – Institut Teknologi Padang (ITP) melalui program ITP Peduli bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir bandang di kawasan Sawah Liek, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo.

Berkolaborasi dengan kitabisa.com, ITP melakukan penguatan tanggul darurat menggunakan 1.000 jumbo bag sepanjang 103 meter di bantaran Sungai Siteba, Rabu (7/1/2026).

Langkah darurat ini diambil menyusul kondisi bantaran sungai yang kian kritis akibat pengikisan debit air. Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan di sepanjang sungai dikhawatirkan akan jebol dan merendam sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) di pemukiman sekitar.

Koordinator ITP Peduli, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, menjelaskan bahwa saat hujan lebat, permukaan air sungai hanya menyisakan jarak sekitar dua meter dari bibir jalan.

Baca Juga  Pemko Padang Buka Pendaftaran Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026, Usung Semangat Inklusif bagi Anak Disabilitas

“Pengikisan bantaran sungai sudah menyebabkan jalan rusak berat. Jika jalan ini jebol, air setinggi satu meter bisa meluber hingga ke kawasan Lapai. Itulah yang sedang kita cegah dengan langkah darurat ini,” ujar Hendri saat meninjau lokasi pengerjaan.

Hendri menambahkan, aksi ini merupakan implementasi nyata dari konsep “Kampus Berdampak” dan pilar ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin ilmu pengetahuan dan inovasi kampus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan warga. Dosen dan mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang memberi dampak langsung,” tegasnya.

Baca Juga  Kontroversi, Sejarah, dan Transformasi Hoyak Tabuik di Pariaman: Dari Ritual Asyura hingga Festival Budaya

Meski pemasangan jumbo bag tengah dilakukan, Hendri menekankan bahwa ini hanyalah solusi jangka pendek. Ia berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera turun tangan melakukan pengerukan sedimen pasir dan lumpur yang telah mendangkalkan sungai.

“Sedimentasi yang tinggi membuat kapasitas sungai berkurang drastis. Pengerukan sangat mendesak agar sungai kembali mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi,” tambahnya.

Upaya penyelamatan lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Ketua RW 03 Kelurahan Kampung Olo, Efri, mengungkapkan rasa leganya atas bantuan ini. Warga masih trauma dengan memori banjir besar tahun 1986 yang merendam kawasan hingga ke Jalan Khatib Sulaiman.

Baca Juga  Sungai Batang Kuranji Meluap, Area Pemakaman Tunggul Hitam Terendam

“Kami tidak ingin kejadian itu terulang. Terima kasih kepada ITP Peduli yang turun langsung membantu kami,” kata Efri.

Selain bantuan dari ITP, warga juga bergerak secara swadaya dengan dukungan Yayasan Dar El Iman. Saat ini, dua unit ekskavator dikerahkan untuk mempercepat penguatan bibir sungai yang ditargetkan rampung dalam empat hari ke depan.

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. “Ini adalah bentuk kepedulian nyata. Sinergi antara akademisi, platform sosial, dan masyarakat sangat membantu pemerintah dalam mitigasi risiko bencana di wilayah kami,” tutupnya.