ZONAPUBLIS – Demam pada anak seringkali menjadi momen yang mendebarkan bagi orang tua. Rasa panik yang muncul seketika sering kali memicu tindakan refleks yang justru berisiko memperburuk kondisi sang buah hati.
Berdasarkan tinjauan medis terkini, demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan respons alami sistem imun tubuh dalam melawan infeksi.
Namun, kesalahan dalam penanganan awal masih sering ditemukan di lingkup rumah tangga.
Berikut adalah beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan orang tua saat menghadapi anak demam:
1. Menyelimuti Anak Terlalu Tebal
Banyak orang tua beranggapan bahwa anak yang demam harus “dikeluarkan keringatnya” dengan cara dipakaikan baju tebal atau diselimuti berlapis-lapis.
Risikonya, suhu tubuh justru akan terperangkap dan terus meningkat (hipertermia).
Sebaiknya gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat agar panas tubuh dapat keluar dengan mudah.
2. Kompres Air Dingin atau Es
Penggunaan air dingin atau es untuk mengompres dahi adalah mitos yang masih bertahan.
Risikonya, paparan suhu dingin yang ekstrem memicu otak untuk memerintahkan tubuh menaikkan suhu lebih tinggi karena merasa kedinginan (menggigil). Selain itu, pori-pori kulit akan mengecil sehingga panas terperangkap di dalam.
Sebaiknya, gunakan air hangat suam-suam kuku. Air hangat akan membuka pori-pori dan memberikan sinyal ke otak bahwa suhu di luar sudah panas, sehingga tubuh akan mulai menurunkan suhunya secara alami.
3. Asal Memberikan Obat Penurun Panas
Memberikan dosis obat hanya berdasarkan “perasaan” atau usia tanpa menimbang berat badan anak adalah kesalahan umum.
Risikonya, overdosis dapat merusak fungsi hati atau ginjal, sementara dosis yang terlalu rendah tidak akan efektif menurunkan demam.
Sebaiknya selalu gunakan alat takar yang tersedia (pipet atau sendok takar resmi) dan sesuaikan dosis dengan berat badan anak sesuai petunjuk dokter.
4. Membangunkan Anak Hanya untuk Minum Obat
Tidur adalah waktu di mana tubuh melakukan pemulihan paling efektif. Membangunkan anak yang sedang tidur lelap hanya untuk meminumkan obat sering kali tidak diperlukan, kecuali jika suhu tubuh mencapai angka yang sangat kritis.
Biarkan anak beristirahat. Istirahat yang berkualitas jauh lebih penting untuk pemulihan sistem imun daripada jadwal obat yang kaku.
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika demam disertai kejang, sesak napas, muncul ruam merah, atau anak terlihat sangat lemas dan tidak mau minum.
Orang tua diharapkan tetap tenang. Langkah pertama yang paling krusial bukanlah memberikan obat, melainkan menjaga hidrasi anak agar tidak kekurangan cairan selama masa pemulihan.







