Berita

Wawako Padang Usulkan MBG Diganti Uang Tunai Selama Ramadan

×

Wawako Padang Usulkan MBG Diganti Uang Tunai Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1772205670942

ZONAPUBLIS- Selama bulan suci Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa, termasuk para siswa di sekolah-sekolah. Di tengah pelaksanaan puasa tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan penyesuaian menu.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah sajian MBG menjadi makanan ringan yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun demikian, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengusulkan agar selama Ramadan program tersebut tidak lagi diberikan dalam bentuk makanan, melainkan uang tunai.

“Mulai muncul usulan agar selama Ramadan bantuan makanan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua,” ujar Maigus Nasir saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Ruang Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga  Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 Menurun, 67% Pernah Mengalami Kekerasan

Menurutnya, penggantian menu MBG menjadi bantuan tunai diharapkan dapat membantu menggerakkan pelaku UMKM lokal. Dana yang diterima orang tua dapat dibelanjakan untuk membeli makanan di pasar takjil atau “Pasa Pabukoan” yang banyak bermunculan selama Ramadan.

“Kita berharap dana itu berputar di UMKM lokal. Apalagi seluruh siswa SD dan SMP sedang mengikuti Pesantren Ramadan di masjid dan musala, sehingga distribusi makanan yang biasanya dilakukan ke sekolah akan mengalami kendala logistik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Maigus Nasir menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program peningkatan gizi dan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah dengan perputaran dana mencapai sekitar Rp1,4 miliar per hari di Kota Padang.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Berlakukan Pemutaran Lagu Indonesia Raya Setiap Pukul 10.00 WIB

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kota Padang yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menjelaskan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau 59 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 460 sekolah di 10 kecamatan.

Hingga Februari 2026, total penerima manfaat MBG tercatat sebanyak 143.056 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 128.348 peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, 11.340 ibu hamil dan menyusui, serta 3.368 pendidik dan tenaga kependidikan.

“Realisasi saat ini telah mencapai 50,91 persen. Target kita pada 2026 adalah menambah 41 unit SPPG lagi sehingga total menjadi 96 unit, guna memastikan seluruh anak di Kota Padang dapat terlayani,” ujarnya.

Baca Juga  Pastikan Keamanan Program MBG, Sidokkes Polres Solok Selatan Uji Kelayakan Makanan