BeritaEkonomi

Mahyeldi Imbau Warga Tidak Panik Soal Isu Kenaikan BBM, Antrean di SPBU Dipicu Kepanikan

×

Mahyeldi Imbau Warga Tidak Panik Soal Isu Kenaikan BBM, Antrean di SPBU Dipicu Kepanikan

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1775024096134

ZONAPUBLIS- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang beredar dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, isu tersebut memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU di berbagai daerah di Sumatera Barat. Namun, pemerintah daerah memastikan kondisi pasokan BBM masih aman.

Mahyeldi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan.

Baca Juga  Ditlantas Polda Sumbar Intensifkan Patroli 'Jelbusa' dan 'Mashur' Selama Ramadan

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah terus memastikan distribusi BBM dalam kondisi aman,” ujar Mahyeldi di Padang, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, antrean yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat akibat informasi yang belum tentu benar, bukan karena adanya kekurangan pasokan BBM.

Ia menegaskan, sikap tenang dan bijak dari masyarakat sangat penting agar tidak menimbulkan masalah baru yang justru dapat memperparah situasi.
“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, maka distribusi akan tetap normal dan tidak terjadi antrean panjang,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Usulkan Pembatalan Pemotongan TKD 2026 ke Pemerintah Pusat

Mahyeldi juga menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat yang diputuskan setelah mempertimbangkan berbagai aspek.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumbar akan terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan energi di daerah.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Baca Juga  Banjir Bandang Malalo, Pemkot Padang Panjang Kirim 1,8 Ton Bantuan