BeritaPeristiwa

BNPB Catat Banjir, Longsor hingga Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia

×

BNPB Catat Banjir, Longsor hingga Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260403 WA0002

ZONAPUBLIS– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam periode Kamis (2/4/2026) hingga Jumat (3/4/2026) pukul 07.00 WIB.

Peristiwa pertama yakni banjir yang terjadi di Kota Medan pada Rabu (1/4). Banjir tersebut berdampak pada tiga kelurahan di Kecamatan Medan Maimun, yaitu Kelurahan Sei Mati, Kampung Baru, dan Aur. Sebanyak 521 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman seperti kantor lurah, rumah toko, serta masjid.

Tim BPBD Kota Medan telah melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Selanjutnya, bencana tanah longsor melanda Kabupaten Bandung pada Kamis (2/4). Longsor terjadi di beberapa desa, di antaranya Desa Buni Nagara, Bandasari, Lampegan, dan Tribaktimulya. Sedikitnya dua unit rumah mengalami kerusakan, sementara 10 rumah lainnya berada dalam potensi terdampak.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Raih Rekomendasi Sertifikasi Ulang ISO 9001:2015, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan

BPBD Kabupaten Bandung bersama lintas instansi langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (26/3). Longsor di Kelurahan Baturaja Lama mengancam 11 rumah dengan total 44 jiwa, mengingat jarak longsoran hanya sekitar 50 meter dari permukiman warga.

Selain bencana hidrometeorologi, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Kota Bitung dan sekitarnya pada Kamis (2/4). Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di laut dengan kedalaman 33 kilometer dan memicu ratusan gempa susulan.

Getaran dirasakan hingga wilayah Kota Manado, Kabupaten Minahasa, serta sejumlah daerah di Maluku Utara seperti Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.

Baca Juga  BNPB Catat Karhutla di Tiga Daerah dan Kekeringan Ancam Ribuan Warga di Papua Pegunungan

Dampak gempa di Sulawesi Utara tercatat satu korban meninggal dunia di Manado serta satu korban luka ringan di Minahasa. Sementara di Maluku Utara, ratusan kepala keluarga terdampak, dengan 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan.

Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan. Di Manado, tercatat satu hotel, lima kantor, dan satu fasilitas umum terdampak. Di Minahasa, terdapat 17 rumah, satu kantor pemerintahan, dua fasilitas ibadah, serta satu akses jalan yang mengalami kerusakan.

Sementara itu di Maluku Utara, kerusakan terdata cukup luas. Di Ternate, puluhan rumah mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, dan ringan, serta sejumlah fasilitas ibadah terdampak. Di Tidore Kepulauan, puluhan rumah rusak ringan serta fasilitas umum ikut terdampak. Kerusakan juga dilaporkan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, dan Halmahera Barat.

Baca Juga  Polsek Harau Amankan Pemuda Terkait Isu "Pocong Viral" untuk Hindari Main Hakim Sendiri

BPBD di masing-masing daerah terus melakukan penanganan darurat dan pendataan lanjutan di lapangan.

Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta aktif memantau tinggi muka air serta memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

BNPB juga mengingatkan, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diharapkan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman serta memahami jalur evakuasi di wilayah masing-masing.