Berita

Aktivitas Gunung Marapi Masih Fluktuatif, Status Tetap Waspada

×

Aktivitas Gunung Marapi Masih Fluktuatif, Status Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
IMG 20251223 WA0046

ZONAPUBLIS – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, melaporkan perkembangan aktivitas Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat selama periode 1–15 Desember 2025.

Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh, status aktivitas Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada.

Dalam laporan resmi yang ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, disebutkan bahwa secara visual Gunung Marapi teramati jelas hingga tertutup kabut.

Asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu terpantau dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian berkisar 50 hingga 1.200 meter dari puncak.

Selain itu, aktivitas erupsi atau letusan kembali teramati dengan tinggi kolom mencapai 1.000 hingga 1.500 meter dari puncak, berwarna kelabu.

Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan arah angin yang berubah-ubah. Suhu udara tercatat berada pada kisaran 15,2 hingga 22,1 derajat Celsius.

Baca Juga  Polresta Padang Bagikan Masker ke Pelajar dan Pengguna Jalan Antisipasi Kabut Asap Karhutla

Dari hasil pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan Gunung Marapi selama dua pekan terakhir didominasi oleh tremor non-harmonik. Tercatat sebanyak lima kali gempa letusan, 28 gempa hembusan, 78 tremor non-harmonik, lima gempa vulkanik dangkal, 11 gempa vulkanik dalam, 31 gempa tektonik lokal, serta 40 gempa tektonik jauh. Tremor menerus terekam dengan amplitudo 0,5 hingga 2 milimeter.

Data deformasi dari alat tiltmeter periode 5–15 Desember 2025 menunjukkan kecenderungan penurunan atau deflasi, yang mengindikasikan adanya pengempisan tubuh gunungapi.

Sementara itu, energi seismik yang tercermin dari RSAM memperlihatkan fluktuasi di sekitar nilai dasar (baseline).

PVMBG menilai, meski dalam dua minggu terakhir terjadi sedikit peningkatan aktivitas erupsi dan kegempaan dekat permukaan, secara umum aktivitas Gunung Marapi masih bersifat fluktuatif dan relatif rendah dalam jangka panjang. Pasokan fluida atau magma dari kedalaman juga dinilai mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga  Akses Terputus, Mahyeldi Naik Speedboat Sambangi Warga Sungai Batang yang Terisolir

Adapun emisi gas sulfur dioksida (SO₂) sebagian besar tidak terdeteksi oleh satelit akibat tutupan awan dan hujan. Terakhir kali terukur pada 12 Desember 2025 dengan nilai 11 ton per hari, yang tergolong rendah.

Berdasarkan evaluasi tersebut, PVMBG menyatakan potensi erupsi Gunung Marapi masih tetap ada. Namun, selama tidak terjadi peningkatan pasokan magma yang signifikan, potensi bahaya diperkirakan terbatas pada lontaran material di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek.

Selain itu, abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan dan aktivitas penerbangan, serta material erupsi dapat memicu lahar atau banjir lahar saat bercampur dengan air hujan.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari kawah.

Baca Juga  Pohon Kedondong Tumbang Timpa Dapur Rumah Warga di Bandar Buat

Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai potensi lahar, terutama pada musim hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.

PVMBG juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah.

Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi.

Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Marapi dapat diakses melalui situs resmi Badan Geologi dan Magma Indonesia, aplikasi Magma Indonesia, serta kanal media sosial Badan Geologi. Evaluasi status aktivitas gunungapi akan terus dilakukan secara berkala atau jika terjadi perubahan signifikan.