Berita

DVI Polda Sumbar: 26 Jenazah Korban Bencana Belum Teridentifikasi, Pengambilan Sampel DNA Diintensifkan

×

DVI Polda Sumbar: 26 Jenazah Korban Bencana Belum Teridentifikasi, Pengambilan Sampel DNA Diintensifkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251205 WA0001

ZONAPUBLIS- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Barat melaporkan bahwa hingga Jumat pagi, sebanyak 26 jenazah yang diduga korban bencana alam di berbagai wilayah Sumbar belum berhasil diidentifikasi.

Kesulitan identifikasi terjadi karena kondisi sebagian besar jenazah sudah tidak memungkinkan dikenali secara visual. Selain itu, sidik jari beberapa korban juga mengalami kerusakan, sehingga menyulitkan pencocokan menggunakan metode standar.

Untuk mempercepat proses identifikasi, Tim DVI Polda Sumbar bersama personel DVI Mabes Polri mulai melakukan pengambilan sampel DNA pembanding dari keluarga yang melaporkan anggota keluarganya hilang.

Baca Juga  Kuasa Hukum BSN Laporkan Kajari Padang ke Polda Sumbar, Kejagung dan Komisi Kejaksaan Terkait Dugaan Penyampaian Informasi Hoaks

Sampel DNA diambil melalui sel pipi bagian dalam dari keluarga inti, yakni ayah, ibu, kakak, atau adik kandung. Seluruh sampel tersebut kemudian dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri di Jakarta untuk dilakukan pengujian dan pencocokan DNA.

Menurut pihak DVI, proses pemeriksaan DNA dapat berlangsung selama 2 hari hingga 2 minggu, tergantung tingkat kerumitan dan kondisi sampel.

Plt. Kabid Dokkes Polda Sumbar, AKBP Faisal, mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana agar datang langsung dan tidak diwakilkan dalam pengambilan sampel DNA.

Baca Juga  KPU Sumbar Gelar Rakor SAKIP, Ketua KPU Ingatkan Kesiapan Dokumen Anggaran

“Kami mengimbau agar keluarga inti datang sendiri untuk pengambilan sampel DNA. Hal ini sangat penting untuk mempercepat proses identifikasi dan memastikan kecocokan data secara akurat,” ujar AKBP Faisal.

Tim DVI memastikan proses identifikasi akan terus dilakukan hingga seluruh jenazah berhasil dikenali dan diserahkan kepada keluarganya. Upaya ini menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana di Sumatera Barat yang masih terus berlangsung.