Peristiwa

Aktivitas Gunung Talang Naik ke Level II Waspada, Badan Geologi Imbau Warga Jauhi Radius 2 Km dari Kawah

×

Aktivitas Gunung Talang Naik ke Level II Waspada, Badan Geologi Imbau Warga Jauhi Radius 2 Km dari Kawah

Sebarkan artikel ini
IMG 20251210 123522
Sumber Foto : Kementerian ESDM (Istimewa)

ZONAPUBLIS- Sumber Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Peningkatan status ini ditetapkan pada Rabu, 10 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, seiring meningkatnya aktivitas kegempaan dan indikasi migrasi magma menuju permukaan.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa Gunung Talang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Sumatera Barat dan sangat sensitif terhadap aktivitas tektonik di sekitarnya.

“Sejak September 2024, terdapat kenaikan aktivitas gempa vulkanik dalam (VT). Sepanjang 2025 juga terjadi empat periode swarm yang menunjukkan ketidakstabilan sistem vulkanik. Kondisi ini menjadi indikator adanya migrasi magma dari kedalaman ke arah permukaan,” ujar Lana Saria, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga  Kabut Asap Menyelimuti Padang, Polsek Padang Selatan Bagikan Masker di Pasar Tanah Kongsi

Menurut laporan PVMBG, aktivitas kegempaan Gunung Talang mengalami lonjakan signifikan pascagempa tektonik M4,7 yang terjadi pada 10 Desember 2025 pukul 02.48 WIB, berlokasi 18 km dari Kota Solok.

Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat Gempa Vulkanik Dalam (VT) sebanyak 227 kali, Gempa Terasa sebanyak 2 kali (Skala I–III MMI), Gempa Tektonik Jauh sebanyak 14 kali.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2025 telah terjadi empat periode swarm VT, masing-masing pada 8 April, 25 Juli, 23 September, dan 9 Oktober.

Pola swarm pada 23 September terlihat lebih terkonsentrasi di area kawah dan memiliki kedalaman lebih dangkal, menandakan tekanan vulkanik semakin meningkat.

Baca Juga  Rumah dan Warung di Kawasan Lubuk Buaya Kota Padang Hangus Terbakar

Pengamatan visual dari Pos PGA Talang di Desa Lembang Jaya tidak menunjukkan perubahan berarti. Asap kawah masih berwarna putih dengan ketinggian 10–75 meter di atas puncak.

Meski visual relatif stabil, Lana Saria menegaskan bahwa indikator kegempaan, khususnya migrasi magma, menjadi dasar utama peningkatan status.

Seiring peningkatan status menjadi Level II (Waspada), Badan Geologi mengeluarkan beberapa imbauan penting.

Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang mendekati atau bermalam dalam radius 2 km dari Kawah Utama dan Kawah Selatan.

Waspadai potensi longsor di area Kawah Selatan, terutama saat hujan atau saat terjadi peningkatan aktivitas gempa.

Baca Juga  Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Kendaraan di Olo Padang, Kerugian Capai Rp5 Juta

“Status ini akan dievaluasi kembali jika ada perubahan signifikan pada visual kawah maupun pola kegempaan,” kata Lana Saria.