BeritaEkonomiSeni & Budaya

APICAL Perkenalkan Sawit Sebagai Lilin Batik

×

APICAL Perkenalkan Sawit Sebagai Lilin Batik

Sebarkan artikel ini
IMG 20251209 WA0109

ZONAPUBLIS –  Apical sebuah perusahaan agribisnis terkemuka menyelenggarakan kegiatan Workshop Batik Malam Sawit yang  bertema  “Titik Temu Warisan Budaya dan Praktik Berkelanjutan.”

Dalam kegiatan yang bertempat di Spaarbank kota Padang, Apical memperkenalkan Sawit sebagai lilin batik melalui inovasi yang menggunakan produk turunan kelapa sawit, khususnya stearin sawit (Hydrogenated Palm Stearin/HPS), sebagai bahan baku utama malam (lilin) batik yang diklaim lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Penggunaan HPS sebagai malam batik tidak hanya memberikan manfaat dalam hal efisiensi energi, tetapi juga mendukung praktik berkelanjutan. Dengan titik leleh yang lebih rendah, HPS dapat mengurangi penggunaan energi hingga 50%, yang berarti proses produksi batik menjadi lebih hemat energi dan ramah lingkungan.” Jelas Yudha Amdan, Head of Corporate Communications Apical mengenai manfaat penggunaan HPS

Baca Juga  Polres Agam Tangkap Pembawa Ratusan Burung Ilegal, 8 Ekor Di Antaranya Satwa Dilindungi Jenis Cica Daun

Dalam acara ini Apical Group mempertemukan para pembatik, akademisi, dan praktisi industri, untuk secara langsung mendalami potensi minyak sawit sebagai bahan baku alternatif yang inovatif dalam seni membatik.

Batik Shanumesty, yang didirikan Sekar Hanum Pramesty pada 2023, menjadi bukti keberhasilan adopsi malam batik berbahan sawit di Padang. Hanum mengungkapkan bahwa inspirasinya untuk mengembangkan batik khas Minangkabau berawal dari pengalamannya bekerja di Solok.

Menurut Hanum, penggunaan malam sawit tersebut berperan penting dalam menjadikan proses produksi batik lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Serukan Pesan Kedamaian dan Persatuan Sambut Ramadan 1447 H

Sementara Dodi Saputra, Pimpinan PT Padang Raya Cakrawala berharap kolaborasi dengan Batik Shanumesty dapat memberikan perubahan yang lebih luas di dunia insuatri batik.

Selain itu ia juga menyatakan, kolaborasi dengan batik Shanumesty bisa menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat terutama pengrajin batik di kota Padang untuk bertranaformasi menggunakan produk-produk yang berkelanjutan salah satunya dengan menggunakan malam sawit.

Inisiatif ini dikembangkan sebagai solusi untuk menciptakan praktik membatik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, tanpa mengorbankan kualitas.

Baca Juga  Sumbar Resmikan 1.265 Posbankum, Padang Panjang Perkuat Layanan Hukum

Melalui acara ini, Apical menekankan aspek teknis dan lingkungan, hal ini menunjukkan komitmen Apical dalam mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia yang ramah lingkungan.

Melalui kemitraan strategis dengan sentra-sentra batik, seperti di Laweyan dan Padang, Apical merealisasikan komitmennya untuk mendorong UMKM menuju praktik bisnis berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya Indonesia.