Berita

Kemenhut Kerahkan Manggala Agni untuk Percepat Pembersihan Sedimen Banjir di Padang

×

Kemenhut Kerahkan Manggala Agni untuk Percepat Pembersihan Sedimen Banjir di Padang

Sebarkan artikel ini
IMG 20251209 200901

ZONAPUBLIS – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Kota Padang terus berlangsung. Kementerian Kehutanan menurunkan personel Manggala Agni dari Provinsi Riau dan Jambi untuk membantu pembersihan sedimen lumpur yang menumpuk di kawasan pemukiman warga Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabiang Bandang Gadang, Kecamatan Nanggalo, Selasa (9/12/2025).

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan pada Ditjen Gakkum KLHK, Thomas Nifinluri, yang memantau langsung proses pembersihan di lokasi, menyampaikan bahwa empat regu Manggala Agni dikerahkan untuk mengevakuasi material sedimen yang menutup jalan serta masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Baca Juga  Satpol PP Padang Amankan 18 Muda-mudi dalam Operasi Dini Hari

“Hari ini sudah memasuki hari ke-10 tim Manggala Agni melakukan operasi pembersihan di permukiman warga. Mereka bekerja membersihkan jalan, halaman, hingga bagian dalam rumah yang tertimbun lumpur,” ujarnya.

Thomas menjelaskan bahwa kawasan terdampak berada dekat aliran Sungai Batang Kuranji, yang merupakan bagian dari DAS seluas 21 ribu hektare dengan panjang 24 kilometer.

Banjir besar yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan perubahan signifikan pada aliran sungai tersebut.

“Di sini tercatat ada lima rumah hanyut dan sekitar 166 kepala keluarga terdampak. Operasi kemanusiaan ini menjadi prioritas, termasuk pengiriman bantuan makanan serta pengerahan 60 personel untuk membersihkan sedimen setinggi pinggang orang dewasa,” jelasnya.

Baca Juga  Menaker Yassierli Serahkan Bantuan Rp30,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Sumbar

Ia juga mengungkapkan bahwa banjir menyebabkan pelebaran sungai hingga 30–50 meter dari lebar awal, serta perubahan bentuk aliran yang kini menjadi berkelok. Tumpukan kayu dari hulu juga ditemukan di beberapa titik.

Selain penanganan darurat, Kementerian Kehutanan juga menyiapkan langkah rehabilitasi jangka panjang usai masa tanggap darurat berakhir.

Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah pembangunan kolam retensi atau embung sebagai tempat tampungan air untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Ke depan akan ada pembangunan pembatas sedimen serta penanaman pohon dengan akar kuat untuk menahan struktur tanah. Ini bagian dari rehabilitasi pascabencana agar kondisi DAS kembali stabil,” tambah Thomas.

Baca Juga  Solusi Tambang Ilegal, Kapolda Sumbar Dorong Percepatan WPR dan IPR

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan dilakukan bersama pemerintah daerah dan pihak terkait agar percepatan penanganan dapat berjalan optimal.

Operasi pembersihan akan terus berlangsung hingga masa tanggap darurat selesai.