ZONAPUBLIS – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Sumatera Barat tahun ini terasa berbeda. Tidak hanya lebih tertib, namun juga dinilai lebih aman dan terkendali.
Sejumlah warga memberikan apresiasi terhadap kinerja Kapolda Sumatera Barat beserta jajaran yang dinilai berhasil mengelola arus lalu lintas selama momentum mudik Lebaran 2026.
Suasana jalur utama seperti Padang–Bukittinggi, Padang–Solok hingga jalur menuju kawasan wisata terpantau lebih tertata dibanding tahun sebelumnya.
Kehadiran personel di titik rawan kemacetan, rekayasa lalu lintas, hingga penerapan sistem one way menjadi faktor penting yang membuat arus kendaraan lebih lancar.
Ketua Aliansi Wartawan Anti Kekerasan (AWAK) Indonesia, Herman Tanjung, menilai pengamanan arus mudik tahun ini menunjukkan perubahan signifikan. Ia menyebut strategi pengamanan yang diterapkan Polda Sumbar terlihat lebih matang dan terkoordinasi.
“Awak media melihat langsung di lapangan bagaimana pengaturan lalu lintas berjalan lebih baik. Ini menunjukkan kepemimpinan Kapolda Sumbar yang mampu menggerakkan seluruh personel secara maksimal,” ujar Herman Tanjung.
Menurutnya, keberadaan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis sangat membantu masyarakat.
Tidak hanya untuk mengatur arus lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan, informasi perjalanan, hingga bantuan darurat.
Kemudian, seorang warga Karang, Rudi, mengaku perjalanan mudiknya tahun ini terasa lebih nyaman.
“Biasanya macet panjang, tapi sekarang lebih lancar. Polisi banyak berjaga dan mengatur kendaraan,” katanya.
Warga lainnya, Andi, juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai keberadaan petugas di jalur rawan kemacetan sangat membantu pengendara.
“Kami merasa lebih aman karena ada polisi di sepanjang jalur mudik,” ujarnya.
Sementara itu, warga Karang lainnya, Rahmat, menilai pengamanan mudik tahun ini lebih tertib dibanding tahun sebelumnya. Ia berharap pola pengamanan seperti ini dapat terus dipertahankan.
“Kalau seperti ini terus, masyarakat tentu merasa nyaman saat mudik,” katanya.
Operasi Ketupat Singgalang 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi Polda Sumbar dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Penempatan personel di jalur rawan, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapsiagaan petugas menjadi bagian dari strategi pengamanan.
Dengan pengamanan yang lebih terstruktur dan responsif, arus mudik Lebaran 1447 H di Sumatera Barat berlangsung relatif tertib dan terkendali. Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi luas dari awak media maupun masyarakat.
Pengamanan mudik Lebaran tahun ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan suasana perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan komitmen Kapolda Sumbar dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya pada momen penting seperti arus mudik Lebaran.
Apresiasi dari awak media dan warga menjadi catatan positif bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya. (*)








