Berita

Banjir Bandang Terjang Sungai Batang, Puluhan Rumah Hancur dan Ratusan Warga Mengungsi

×

Banjir Bandang Terjang Sungai Batang, Puluhan Rumah Hancur dan Ratusan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20251216 WA0127

ZONAPUBLIS – Bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, meninggalkan dampak kerusakan yang cukup parah.

Puluhan rumah warga dilaporkan rusak berat hingga rata dengan tanah, memaksa ratusan jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sekretaris Nagari Sungai Batang, Ade Chandra, menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 itu tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi juga merenggut korban jiwa serta merusak lahan pertanian dan sejumlah fasilitas umum milik warga.

Baca Juga  Aksi Kemanusiaan Brimob Sumbar, 250 Nasi Bungkus Bagi Korban Bencana

“Sebanyak kurang lebih 80 unit rumah mengalami kerusakan berat. Sekitar 100 kepala keluarga masih harus bertahan di pengungsian,” ujar Ade, Selasa (16/12/2025).

Ia mengungkapkan, peristiwa tersebut juga menelan lima korban meninggal dunia yang seluruhnya berasal dari Jorong Labuah.

Hingga kini, para penyintas masih tersebar di beberapa titik pengungsian dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Selain trauma, sebagian pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan. Kekhawatiran masih tinggi karena debit air sungai sesekali meningkat dan alurnya sudah bergeser mendekati permukiman,” jelasnya.

Baca Juga  Kasus Narkoba Padang: BNN Temukan Tempat Produksi Sabu di Kaki Bukit Ngalau

Ade menambahkan, meskipun bantuan kemanusiaan terus berdatangan, sebagian besar masih berupa kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan pakaian.

Sementara itu, warga sangat membutuhkan peralatan kerja untuk membersihkan sisa lumpur dan material yang menimbun rumah-rumah mereka.

“Kami sangat memerlukan alat seperti pacul, gerobak, dan peralatan lainnya untuk membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak,” katanya.

Nagari Sungai Batang yang berada di kawasan pinggir Danau Maninjau memiliki kondisi geografis di kaki perbukitan, sehingga rentan terhadap bencana banjir bandang dan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Dampak terparah umumnya terjadi di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Pimpin Shalat Jenazah Korban Bencana Agam

Di Sungai Batang sendiri, setidaknya tiga jorong dilaporkan mengalami kerusakan paling parah akibat galodo, yakni Jorong Labuah, Jorong Nagari, dan Jorong Kubu.

Hingga kini, warga bersama pemerintah nagari masih berupaya melakukan pembersihan dan pemulihan secara bertahap sambil menunggu bantuan lanjutan dari berbagai pihak.