Peristiwa

Banjir Rendam Jalan Nasional Agam-Pasaman Barat Kendaraan Terjebak

×

Banjir Rendam Jalan Nasional Agam-Pasaman Barat Kendaraan Terjebak

Sebarkan artikel ini
1000658392.jpg

ZONAPUBLIS – Jalan nasional penghubung Kabupaten Agam-Pasaman Barat terendam banjir di kawasan Muaro Kandang, Kecamatan Palembayan, Sumatera Barat, Selasa (30/12) sore.

Banjir setinggi sekitar 80 hingga 100 sentimeter tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Nanggang.

Kondisi ini mengakibatkan ratusan kendaraan dari arah Padang menuju Pasaman Barat maupun sebaliknya terjebak kemacetan panjang di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Agam AKP Irawady menyebutkan antrean kendaraan yang tertahan banjir mencapai kurang lebih dua kilometer.

Menurutnya, kendaraan tidak dapat melintasi ruas jalan tersebut karena air sungai meluap ke badan jalan dengan arus yang cukup deras dan berisiko menyeret kendaraan.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Nabire Papua, Pusat Getaran Berada di Darat

“Sekitar dua kilometer kendaraan terjebak macet di lokasi banjir,” kata AKP Irawady.

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, agar berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut atau menunda perjalanan sementara waktu hingga genangan air surut.

“Pengendara diminta berhati-hati atau menunda perjalanan karena berpotensi dibawa arus,” ujarnya.

Salah seorang sopir truk bernama Wen mengaku telah lebih dari satu jam terjebak kemacetan akibat kendaraan tidak dapat melewati jalur tersebut.

Ia menyebut perjalanan menuju Pekanbaru, Riau, menjadi terganggu akibat banjir.

Baca Juga  Warga Terseret Banjir Bandang di Pasaman Ditemukan Meninggal Dunia

“Sudah satu jam lebih saya berada di lokasi ini karena kendaraan tidak bisa menerobos banjir,” katanya.

Wen memilih menunggu hingga kondisi air berkurang dan jalan kembali dapat dilalui kendaraan.

Ruas jalan nasional di Muaro Kandang, Nagari Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam dikenal sebagai daerah rawan banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Kondisi badan jalan yang rendah serta sungai yang tidak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama kawasan tersebut kerap dilanda banjir. (*)