ZONAPUBLIS- Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mengingatkan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada periode 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat sejumlah pola gangguan cuaca yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dengan intensitas tinggi di Sumatera Barat.
“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdeteksi adanya pola gangguan cuaca berupa aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial, gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, daerah pertemuan arus atau konvergensi, serta belokan angin yang aktif di wilayah Sumatera Barat,” ujar Decky dalam keterangan resminya.
Selain itu, kata Decky, anomali suhu muka laut di perairan barat Sumatera Barat yang bernilai positif turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan intens di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.
Untuk periode 29 September hingga 1 Oktober 2026, sejumlah daerah masuk kategori peringatan dini SIAGA, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Agam dan Pesisir Selatan.
Sementara kategori WASPADA meliputi Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Padang Panjang, Pasaman, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok dan sekitarnya.
Decky mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan selama periode tersebut, khususnya di wilayah yang masuk kategori SIAGA dan WASPADA.
Warga Diminta Kenali Titik Rawan Bencana
Decky juga meminta masyarakat mengenali titik-titik rawan bencana dan memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas.
“Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kejadian cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat,” katanya.
Masyarakat juga diminta mencari lokasi yang aman apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama, terutama jika terjadi peningkatan debit atau tinggi muka air sungai maupun terdapat tanda-tanda jatuhan material longsoran.














