ZONAPUBLIS– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode 28 hingga 29 Juli 2026.
Memasuki puncak musim kemarau, BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya mitigasi melalui distribusi air bersih, operasi modifikasi cuaca, hingga operasi pemadaman darat dan udara.
Berdasarkan laporan BNPB, kejadian baru kekeringan terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang berdampak kepada 175 kepala keluarga atau 520 jiwa di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar. BPBD setempat telah menyalurkan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Di Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Sumedang dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Berkat penanganan cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Sementara itu, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, karhutla menghanguskan sekitar tiga hektare lahan tebu siap panen. Api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman.
BNPB juga mencatat sejumlah wilayah masih mengalami kekeringan berkepanjangan. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bencana yang berlangsung sejak awal Juli kini berdampak kepada 21.504 kepala keluarga atau 69.889 jiwa. BPBD kembali mendistribusikan 30.000 liter air bersih kepada masyarakat.
Di Jawa Tengah, kekeringan masih melanda Kabupaten Banjarnegara, Grobogan, Demak, Banyumas, Pemalang, dan Pekalongan dengan ribuan kepala keluarga terdampak. Bantuan air bersih terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air.
Selain kekeringan, perkembangan karhutla di sejumlah provinsi juga menjadi perhatian nasional. Di Provinsi Riau, luas lahan terbakar hingga 28 Juli 2026 mencapai 15.372,88 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara oleh BNPB bersama pemerintah daerah.
Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar sejak awal tahun mencapai 664,87 hektare dengan 520 kejadian karhutla yang tersebar di 12 kabupaten. Operasi udara masih terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Sementara itu, di Jambi luas lahan terbakar mencapai 213,05 hektare, sedangkan di Kalimantan Barat tercatat 28.680,47 hektare berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan. Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar mencapai 1.268,33 hektare, dan di Kalimantan Selatan mencapai 1.029,75 hektare dengan status siaga darurat diberlakukan hingga 31 Oktober 2026.
Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat masih dalam proses pemadaman dengan total lahan terbakar mencapai 13 hektare. Sementara di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, karhutla telah berhasil dikendalikan meski petugas tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
BNPB juga terus mendukung penanganan kebakaran permukiman di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang berdampak pada 52 kepala keluarga atau 160 jiwa. Status tanggap darurat masih berlaku hingga 31 Juli 2026 dan bantuan kebutuhan dasar terus disalurkan kepada warga terdampak.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau dengan tidak membuka lahan menggunakan api, memperkuat patroli di daerah rawan kebakaran, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi darurat kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.














