ZONAPUBLIS- Sekitar 280 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.
Keluhan tersebut diduga muncul setelah penerima manfaat mengonsumsi makanan yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.
Peristiwa tersebut mulai mendapat penanganan pada Rabu (2/9/2026) di Puskesmas Palupuh. Berdasarkan informasi sementara, keluhan kesehatan mulai dirasakan penerima manfaat sejak Senin (31/8/2026) sore.
Kapolsek Palupuh, IPTU M. Raufuddin Silitonga, SH, mengatakan hingga Rabu tercatat sekitar 280 orang mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
“Keluhan yang dirasakan antara lain sakit kepala, sakit perut, mual dan demam. Penerima manfaat yang mengalami keluhan terdiri dari siswa SD, SMP, SMA serta guru,” ujar IPTU M. Raufuddin.
Dari jumlah tersebut, dua orang penerima manfaat telah dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Petugas bersama instansi terkait juga telah melakukan pengecekan terhadap kondisi para penerima manfaat di Puskesmas Palupuh. Selain itu, pemeriksaan turut dilakukan di dapur SPPG Pasia Laweh untuk memperoleh informasi awal mengenai proses pengolahan dan penyediaan makanan MBG.
SPPG Pasia Laweh diketahui berada di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. SPPG tersebut memiliki ID 7ZX5B4DC dan berada di bawah Yayasan Affa Adicitta.
Dalam proses penanganan, sampel makanan dari SPPG Pasia Laweh telah diambil oleh pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Balai POM Sumatera Barat.
“Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu. Sampai saat ini belum dapat dipastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para penerima manfaat,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Bupati Agam melalui Wakil Bupati Agam menginstruksikan agar aktivitas operasional, pengolahan dan pendistribusian makanan pada dapur SPPG Pasia Laweh dihentikan sementara.
Penghentian tersebut dilakukan hingga hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Sumatera Barat keluar.
Kapolsek menegaskan, penghentian sementara aktivitas SPPG bukan berarti makanan yang disediakan telah terbukti menjadi penyebab gangguan kesehatan.
“Untuk sementara aktivitas dapur SPPG dihentikan sampai adanya hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Sumatera Barat,” katanya.
Ia menambahkan, Polsek Palupuh bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan kondisi penerima manfaat.
“Belum dapat disimpulkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh makanan MBG dari SPPG Pasia Laweh. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta keterangan medis dari pihak terkait,” tutup IPTU M. Raufuddin.








