BeritaPeristiwa

Empat Hari Tak Kembali, Nelayan Arbian Hilang di Perairan Siberut Selatan

×

Empat Hari Tak Kembali, Nelayan Arbian Hilang di Perairan Siberut Selatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260621 WA0001

ZONAPUBLIS– Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai menggelar operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (21/6/2026).

Korban diketahui bernama Arbian (50), warga Dusun Sua, Desa Saibi, Kecamatan Siberut Selatan. Hingga kini, korban masih dalam status Dalam Pencarian (DP).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait hilangnya korban.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa bermula pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban berangkat menggunakan sampan dari Dusun Sua menuju Dermaga Muara Siberut untuk menjual hasil tangkapan ikan. Namun hingga Minggu siang, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Baca Juga  KM Rafa 02 Ditemukan 9 NM dari Lokasi Kejadian, Tiga Nelayan Selamat

Warga setempat yang melakukan pencarian awal hanya menemukan sampan dan kotak ikan milik korban terapung di sekitar perairan Pulau Bugei. Sementara keberadaan Arbian belum diketahui.

Laporan kejadian diterima Unit Siaga SAR (USS) Siberut pada pukul 11.30 WIB dari seorang warga bernama Lemarius. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue USS Siberut langsung diberangkatkan pada pukul 11.50 WIB menuju lokasi pencarian.

Sebanyak lima personel SAR dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai menuju titik Last Known Position (LKP) pada koordinat 1°29’47”S – 99°11’16”E. Lokasi tersebut berada sekitar 28 mil laut dengan radial 151 derajat dari Pelabuhan Muara Siberut.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Dua Penumpang Boat Resort yang Hilang Kontak di Mentawai

Dalam operasi pencarian, tim SAR dilengkapi berbagai peralatan pendukung, di antaranya sepeda motor KLX, perangkat komunikasi, perlengkapan evakuasi dan medis, telepon satelit, serta jaringan internet Starlink guna menunjang koordinasi selama operasi berlangsung.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat terkait hilangnya satu orang nelayan atas nama Bapak Arbian di perairan Pulau Bugei, kami langsung menginstruksikan tim Rescue dari Unit Siaga SAR Siberut untuk bergerak cepat. Saat ini, tim rescue yang diperkuat lima personel telah dikerahkan menggunakan armada RIB 03 menuju titik koordinat LKP guna melaksanakan penyisiran intensif,” ujar Benteng Hilton Telaumbanua.

Baca Juga  Danantara Raup USD 1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana, Minat Investor Tembus USD 4,6 Miliar

Ia menambahkan, pihaknya mengoptimalkan seluruh dukungan alat utama dan peralatan keselamatan, termasuk sistem komunikasi satelit dan Starlink, agar koordinasi di lapangan berjalan lancar demi mempercepat proses pencarian korban.

Operasi pencarian melibatkan unsur potensi SAR serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Bugei.