Peristiwa

Gempa Dangkal Guncang Padang, BMKG Sebut Berasal dari Sesar Mentawai

×

Gempa Dangkal Guncang Padang, BMKG Sebut Berasal dari Sesar Mentawai

Sebarkan artikel ini
IMG 20251213 181013

ZONAPUBLIS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 kembali mengguncang wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (13/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.05 WIB dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hasil analisis menunjukkan pusat gempa berada di koordinat 1,06 derajat Lintang Selatan dan 100,17 derajat Bujur Timur.

Episenter gempa terletak di laut, sekitar 25 kilometer arah barat daya Kota Padang, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, menyebutkan gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal.

Baca Juga  Truk Gagal Menanjak di Sitinjau Laut, Jalur Padang–Solok Sempat Lumpuh

Ia menjelaskan, kejadian ini dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai yang memang dikenal aktif di wilayah perairan barat Sumatera.

“Ditinjau dari lokasi dan kedalaman pusat gempanya, peristiwa ini merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Mentawai,” ujar Suaidi Ahadi dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada media.

BMKG mencatat getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Kota Padang dengan intensitas II hingga III Skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala ini, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, menyerupai getaran akibat kendaraan besar yang melintas, serta membuat benda-benda ringan yang tergantung tampak bergoyang.

Baca Juga  Banjir Rendam Dua Desa di Sipora Selatan, SAR Mentawai Evakuasi Warga

Hingga pukul 13.30 WIB, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lain akibat gempa tersebut. Selain itu, pemantauan sementara juga belum menunjukkan adanya gempa susulan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

Warga diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG guna menghindari hoaks dan kepanikan yang tidak perlu.