ZONAPUBLIS- Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi (14/1/2025) sekitar pukul 09.36 WIB.
Letusan tersebut dikonfirmasi oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Rifandi.
Ahmad Rifandi menyampaikan, saat laporan dibuat erupsi masih berlangsung. Kolom abu teramati membumbung tinggi sekitar ±1.600 meter di atas puncak atau ±4.491 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter dan durasi sekitar 31 detik,” ujarnya.
PVMBG menegaskan, status aktivitas Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat dan pendaki diminta untuk mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan.
Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek. Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang lembah dan bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diimbau mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan tinggi.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari dampak hujan abu dengan menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.
“Seluruh pihak diminta tetap tenang, menjaga situasi kondusif, tidak mudah terpengaruh isu atau hoaks, serta hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tambah Ahmad Rifandi.












