ZONAPUBLIS – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat Hamdanus mengalungkan medali kepada juara pertama kategori tradisional pada Wai Mou International Lion Dance Championship 2026 di GOR HTT Padang, Senin (17/8/2026) malam.
Penutupan kejuaraan barongsai internasional tersebut turut dihadiri Wasekum II KONI Sumbar Rizki Syahputra dan tim Humas Agusmanto.
Kejuaraan yang berlangsung pada 15–17 Agustus 2026 itu memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Barat. Ajang tersebut juga menjadi salah satu agenda utama Festival Kota Tua Padang 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kompetisi ini diikuti peserta dari delapan negara. Selain Indonesia, delegasi juga datang dari Vietnam, Australia, Hong Kong, Malaysia, Amerika Serikat, China, dan Prancis. Sekitar 200 atlet yang tergabung dalam sekitar 15 sasana atau dojo ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Wai Mou International Lion Dance Championship 2026, Iswanto Kwara, mengumumkan tim-tim yang berhasil meraih podium pada dua kategori yang dipertandingkan.
Pada kategori tradisional, Indonesia Fudetang Dragon and Lion Dance Troupe (Team A) keluar sebagai juara pertama dengan nilai 9,26. Posisi kedua ditempati Xuan Long Dragon and Lion Dance Rawang Selangor dengan nilai 9,22. Sementara Indonesia Fudetang Dragon and Lion Dance Troupe (Team B) berada di peringkat ketiga dengan nilai 9,14.
Untuk kategori high pole, Persatuan Sukan China Sungai Besi menjadi juara pertama dengan nilai 9,37. Xuan Long Dragon and Lion Dance Rawang Selangor (Red Team) menempati posisi kedua dengan nilai 9,30, sedangkan Indonesia Fudetang Dragon and Lion Dance Troupe berada di urutan ketiga dengan nilai 9,10.
Iswanto Kwara mengatakan, keberhasilan menghadirkan peserta dari berbagai negara menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas dan skala penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.
Setelah kejuaraan internasional tahun ini, pihaknya menargetkan Kota Padang kembali dipercaya menggelar kompetisi barongsai dengan skala lebih besar, bahkan hingga bertaraf dunia.
“Setelah ini kita akan persiapkan untuk event dunia. Tentunya ini membutuhkan persiapan yang lebih matang, baik dari sisi peserta, penyelenggaraan maupun sarana pendukung,” ujar Iswanto.
Menurutnya, pelaksanaan tahun ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk menghadirkan kompetisi yang semakin berkualitas. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus diberikan agar target tersebut dapat diwujudkan.
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menilai kejuaraan internasional tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan olahraga barongsai di Sumatera Barat.
Kehadiran atlet dari berbagai negara, kata dia, tidak hanya memberikan pengalaman bertanding bagi atlet daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa barongsai telah berkembang menjadi olahraga prestasi yang mampu bersaing di level internasional.
“Barongsai turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga Sumatera Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hamdanus.
Ia berharap perkembangan barongsai di Sumatera Barat terus berlanjut sehingga semakin banyak atlet daerah yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Hamdanus juga menargetkan barongsai dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan medali bagi kontingen Sumatera Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028.
“Harapan kita prestasi ini terus berkembang dan barongsai mampu menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan medali bagi Sumatera Barat pada PON NTT-NTB 2028,” katanya.
Sementara itu, Albert Hendra Lukman, Chiko HTT sekaligus penggagas pendanaan kejuaraan barongsai internasional tersebut, mengatakan ajang ini sengaja dihadirkan sebagai salah satu terobosan dalam Festival Kota Tua Padang.
Menurutnya, kolaborasi antara Dinas Pariwisata Sumatera Barat dan Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang tidak hanya bertujuan menghadirkan kegiatan olahraga, tetapi juga menarik wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Kota Tua Padang.
“Kalau bicara pariwisata itu jelas wisatawan yang datang. Sehingga kita melakukan terobosan dengan mengadakan kejuaraan internasional barongsai,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran tim dari berbagai negara turut meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan Kota Tua Padang. Selain itu, atmosfer kompetisi internasional memberikan pengalaman tersendiri bagi atlet barongsai Indonesia.
Albert berharap Festival Kota Tua Padang dapat terus berkembang setiap tahun dan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pariwisata nasional melalui program Kharisma Event Nusantara.
Festival Kota Tua Padang 2026 berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 di kawasan Kota Tua Padang, Batang Arau. Kegiatan yang digelar HTT Padang bersama Dinas Pariwisata Sumatera Barat tersebut mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”.
Albert mengatakan pihaknya juga menyiapkan peningkatan skala kegiatan pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, ke depan ditargetkan Kota Padang dapat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia barongsai.
(red)














