ZONAPUBLIS – Memasuki hari ke-19 Ramadan, suasana di Pasar Subuh Senen, Jakarta Pusat, mulai diserbu masyarakat yang berburu penganan khas Hari Raya Idulfitri.
Berbagai jenis kue kering tradisional hingga kekinian tampak mulai memadati lapak-lapak pedagang sejak dini hari.
Sejumlah kue ikonik seperti nastar, kastangel, putri salju, hingga kukis kacang dan cokelat menjadi komoditas utama yang paling dicari.
Harga yang ditawarkan pun cukup variatif, berkisar antara Rp50.000 hingga Rp80.000 per stoples, tergantung pada jenis dan bahan kue tersebut.
Randi, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa tren permintaan kue lebaran sudah menunjukkan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, konsumen yang datang tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga pedagang eceran.
“Mulai banyak yang cari kue lebaran. Ada yang untuk kebutuhan pribadi, ada juga yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali,” ujar Randi saat ditemui di lokasi.
Hal senada diungkapkan oleh Veni, salah satu pengunjung setia Pasar Senen. Ia memilih berbelanja di pasar subuh ini karena faktor harga yang jauh lebih miring dibandingkan pusat perbelanjaan modern.
“Saya lebih suka beli kue lebaran di Senen karena pilihannya lengkap, mulai dari kue ‘jadul’ sampai yang lagi viral ada semua. Harganya pun lebih terjangkau dibanding di swalayan atau mal,” kata Veni.
Meski saat ini aktivitas sudah mulai padat, para pedagang memprediksi puncak lonjakan pembeli baru akan terjadi pada sepekan menjelang Idulfitri.
Pasar Subuh Senen memang sudah lama dikenal sebagai sentra kuliner di Jakarta Pusat. Selain kue kering musiman, pasar ini setiap harinya menjajakan beraneka ragam makanan ringan hingga hidangan berat dengan harga yang kompetitif bagi masyarakat luas.








