ZONAPUBLIS – Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk bermain dan tumbuh bersama teman-teman seusianya, Kalandra Muhammad Azis justru harus menjalani perjuangan panjang melawan penyakit serius.
Bocah asal Bukittinggi, Sumatera Barat, itu kini berusia 4 tahun 8 bulan. Hampir satu tahun tujuh bulan kehidupannya dilalui dengan menjalani berbagai rangkaian pengobatan akibat Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL), jenis leukemia akut yang tergolong langka.
Saat ini Kalandra menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Ia ditemani sang ibu, Mardiyah Khairani, sementara ayahnya, Azis Wahyudi, tetap berada di kampung halaman untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Perjuangan Panjang Sejak Usia Dini
Penyakit yang dialami Kalandra membuat keluarga harus menjalani proses pengobatan yang tidak singkat. Waktu yang semestinya digunakan untuk bermain dan menikmati masa kanak-kanak berubah menjadi rutinitas pemeriksaan serta perawatan medis.
Berdasarkan keterangan dokter yang menangani Kalandra, MPAL merupakan salah satu bentuk leukemia akut yang dapat memengaruhi sumsum tulang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan sehingga mengganggu pembentukan sel darah sehat.
Akibatnya, Kalandra membutuhkan penanganan medis secara intensif dan berkelanjutan.
Selama menjalani perawatan, Kalandra bersama ibunya harus menetap di Jakarta. Kondisi tersebut membuat keluarga tidak hanya menghadapi tantangan dari sisi kesehatan, tetapi juga persoalan biaya hidup dan pengobatan yang terus berjalan.
Sementara itu, sang ayah tetap berada di Bukittinggi untuk bekerja agar kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan dapat terus diupayakan.
Membutuhkan Tindakan Medis di Luar Negeri
Perjuangan Kalandra kini memasuki tahap yang lebih sulit.
Dokter merekomendasikan transplantasi sumsum tulang sebagai bagian dari penanganan penyakit yang dideritanya. Namun, berdasarkan informasi dari keluarga, tindakan medis yang dibutuhkan untuk kondisi Kalandra belum tersedia di rumah sakit di Indonesia.
Kalandra pun direkomendasikan menjalani pengobatan di luar negeri.
Persoalannya, kebutuhan biaya untuk menjalani tindakan tersebut sangat besar. Jumlah yang diperlukan berada di luar kemampuan finansial keluarga.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga Kalandra berusaha mencari dukungan dari masyarakat agar pengobatan anak mereka dapat terus dilanjutkan.
“Kami tidak menyerah. Tapi tangan kami sendirian belum cukup kuat untuk mengangkat beban ini,” kata Mardiyah dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).
Keluarga Buka Kesempatan untuk Berdonasi
Keluarga berharap kepedulian masyarakat dapat membantu Kalandra mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang kebutuhan medis dan proses pengobatan Kalandra, termasuk rencana tindakan di luar negeri.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui:
Bank BRI
Nomor rekening: 738401012113539
Atas nama: Mardhiyah Khairani
(Ibu Kalandra Muhammad Azis)
Untuk informasi maupun konfirmasi bantuan, masyarakat dapat menghubungi ayah Kalandra, Azis Wahyudi, melalui nomor 082382368674.
Bagi keluarga, dukungan sekecil apa pun menjadi sangat berarti di tengah panjangnya perjalanan pengobatan yang harus dilalui Kalandra.
Perjuangan bocah tersebut bukan hanya tentang melawan penyakit, tetapi juga tentang mempertahankan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan seperti anak-anak seusianya. Bermain, belajar, dan tumbuh tanpa harus terus berada di lingkungan rumah sakit.
Catatan: Informasi rekening dan kontak bantuan di atas sebaiknya diverifikasi kembali oleh calon donatur melalui keluarga sebelum melakukan transfer.
(red)














