ZONAPUBLIS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kota Bukittinggi.
Dalam operasi yang berlangsung pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, petugas mengamankan seorang tersangka pria berinisial D beserta barang bukti sabu dalam jumlah besar yang disembunyikan di sebuah rumah tinggal.
Kepala BNNP Sumatera Barat, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika oleh tersangka.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BNN melakukan penyelidikan intensif selama dua hari guna memastikan keberadaan pelaku dan barang haram tersebut.
“Setelah melakukan pengintaian di sekitar Jalan Perwira II, Kelurahan Belakang Balok, tim akhirnya melakukan penggerebekan pada pukul 09.30 WIB,” ujarnya.
Di lokasi tersebut, petugas mengamankan D tanpa perlawanan. Dengan disaksikan oleh perangkat setempat, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh di setiap sudut rumah berlantai tiga itu untuk mencari barang bukti yang disembunyikan.
Brigjen Pol Ricky Yanuarfi menjelaskan bahwa modus operandi tersangka tergolong rapi. Di lantai dua, petugas menemukan satu bungkus plastik besar berwarna hitam dengan kemasan bergambar buah durian di dalam lemari kamar.
Pencarian kemudian berlanjut ke lantai tiga, di mana petugas menemukan sebuah tas jinjing cokelat yang tersembunyi di bawah tumpukan kasur.
“Di dalam tas tersebut, ditemukan empat bongkah plastik besar serupa bergambar durian serta dua plastik biru yang berisi 24 paket sedang sabu siap edar,” tambahnya.
Selain menyita lima paket besar sabu kemasan durian dan puluhan paket bening lainnya, petugas juga mengamankan dua unit telepon genggam milik tersangka yang diduga digunakan untuk sarana komunikasi transaksi.
“Total sabu yang diamankan sebanyak 9 Kg. Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor BNNP Sumatera Barat guna menjalani proses hukum dan pengembangan lebih lanjut untuk memutus rantai jaringan pemasoknya,” tuturnya.














