ZONAPUBLIS – Kapal penumpang Mentawai Fast 01 yang melayani rute dari Kepulauan Mentawai menuju Padang mengalami gangguan (trouble) di pintu gerbang masuk Muara Padang, Jumat (16/8/2026) sore. Peristiwa ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang di wilayah Kota Padang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan bahwa kapal tersebut berangkat dari Mentawai pada pukul 14.00 WIB dan mengalami kendala saat hendak memasuki alur pelabuhan sekitar pukul 17.20 WIB.
“Hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang menyebabkan kapal mengalami trouble di gerbang masuk Muaro Padang,” ujar Hendri Zulviton dalam keterangannya.
Merespons kejadian tersebut, Tim Rescue BPBD Kota Padang di bawah komando langsung Kalaksa dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) bersama Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan upaya evakuasi. Namun, proses evakuasi sempat terkendala oleh kondisi gelombang laut yang masih tinggi.
Berdasarkan data manifest yang dihimpun di lapangan, kapal tersebut membawa total 306 orang, yang terdiri dari 294 orang penumpang dan 12 orang Anak Buah Kapal (ABK).
Rincian manifest penumpang meliputi:
- Dewasa WNI: 120 orang
- Anak-anak WNI: 20 orang
- Dewasa WNA: 9 orang
- Anak-anak WNA: 12 orang
- Dewasa VIP (WNI/umum): 16 orang
- Anak-anak VIP: 3 orang
- Dewasa WNA VIP: 58 orang
- Anak-anak WNA VIP: 6 orang
Setelah berkoordinasi dan menunggu kondisi memungkinkan, operasi penyelamatan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 20.50 WIB, kapal Mentawai Fast 01 berhasil ditarik ke dermaga menggunakan kapal berukuran lebih besar, yakni Mentawai Fast 02.
“Alhamdulillah, pada pukul 20.50 WIB kapal Mentawai Fast berhasil sandar di dermaga setelah dilakukan penarikan oleh kapal Mentawai Fast 02,” tambah Hendri.
Proses penanganan darurat ini melibatkan unsur Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, Basarnas, TNI, Polri, Damkar Padang, Satpol PP, Dinas Kelautan, Kamla, Dinas Kesehatan Kelautan, PMI, KSB, Insan Kebencanaan, nelayan, persatuan jetski, serta pihak kecamatan dan kelurahan setempat.














