ZONAPUBLIS- Duka mendalam menyelimuti keluarga atas meninggalnya seorang balita bernama Alceo yang baru berusia 1 tahun 2 bulan. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, orang tua korban meminta dilakukannya investigasi independen terkait dugaan kelalaian dalam pelayanan medis di rumah sakit rujukan pemerintah.
Ayah Alceo, Doris Flantika, mengungkapkan bahwa anaknya meninggal dunia setelah menjalani perawatan dengan harapan bisa pulih. Namun, kondisi sang anak disebut tidak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia.
“Kami tidak menuduh tanpa dasar. Apa yang kami alami secara langsung menimbulkan dugaan kuat adanya kelalaian, mulai dari penanganan awal hingga tindakan lanjutan yang menurut kami tidak sesuai standar kehati-hatian,” ujarnya.
Dalam surat tersebut, keluarga mengungkapkan sejumlah hal yang dinilai tidak mereka peroleh selama proses perawatan. Di antaranya, kurangnya penjelasan medis yang utuh dan transparan, lambannya penanganan sesuai kondisi darurat, serta ketidakjelasan prosedur yang semestinya mengacu pada standar keselamatan pasien.
Menurut Doris, pengalaman yang dialami keluarga justru dipenuhi kebingungan dan keterlambatan, hingga berujung pada kehilangan yang mendalam.
“Kami tidak hanya kehilangan anak, tetapi juga dihadapkan pada sistem yang terasa sulit ditembus. Seolah kebenaran harus diperjuangkan sendiri oleh rakyat kecil,” katanya.
Melalui surat terbuka tersebut, keluarga memohon agar Presiden dapat memerintahkan investigasi independen atas kasus ini. Mereka juga meminta keterlibatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia untuk melakukan audit etik dan profesional terhadap dugaan yang ada.
Selain itu, keluarga berharap adanya perlindungan bagi pasien dan keluarga dalam memperjuangkan keadilan tanpa intimidasi. Mereka juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami tidak mencari sensasi. Kami hanya mencari keadilan. Kami tidak ingin viral, kami ingin perubahan,” tegas Doris.
Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan yang disampaikan keluarga. Kasus ini pun menjadi perhatian publik dan diharapkan segera mendapat tindak lanjut dari pihak berwenang.














