Berita

Langkah Lanjutan Pemerintah Usai Banjir Padang: Evaluasi Tata Ruang hingga Mitigasi Permukiman Rawan

×

Langkah Lanjutan Pemerintah Usai Banjir Padang: Evaluasi Tata Ruang hingga Mitigasi Permukiman Rawan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251209 154905

ZONAPUBLIS – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah setelah mendapatkan temuan awal dari pemantauan udara (fly over) di berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS) serta kawasan pesisir Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025).

Hasil pemantauan menunjukkan tidak adanya perusakan hutan dalam skala besar. Namun, pemerintah menilai perlu segera dilakukan tindak lanjut karena material banjir yang melanda Kota Padang dan sekitarnya diduga kuat berasal dari runtuhan dinding Bukit Barisan di wilayah hulu.

“Kita melihat banyak runtuhan di sungai yang kemungkinan berasal dari luruhnya dinding-dinding bukit. Ini akan menjadi fokus pendalaman,” kata Hanif.

Baca Juga  Menang Tipis Atas GMR FC, PSP Terus Pimpin Klasemen

Langkah-Langkah Lanjutan Penanganan Banjir Padang

Untuk meminimalkan risiko bencana susulan dan memperkuat sistem mitigasi, pemerintah menyiapkan beberapa langkah lanjutan.

Kementerian LHK akan menelusuri kembali konsistensi penggunaan tata ruang di kawasan kaki bukit, termasuk mengecek aktivitas pertanian masyarakat.

“Kami akan memeriksa apakah aktivitas di kaki bukit ini sesuai aturan dan memiliki izin atau tidak,” tegas Hanif.

Tim teknis KLHK sudah diterjunkan untuk meninjau langsung sejumlah titik rawan di hulu sungai, tebing bukit, dan jalur aliran material banjir.

Dengan tingginya curah hujan ekstrem yang mencapai 350–450 mm, KLHK akan memperbarui standar kajian hujan yang sebelumnya hanya 125 mm.

Baca Juga  Satresnarkoba Polres Payakumbuh Tangkap Tiga Pelaku Narkotika, 40 Paket Sabu Disita

“Parameter ini harus disesuaikan dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini,” ujarnya.

Pemerintah daerah diminta melakukan langkah mitigasi segera pada wilayah yang paling rentan, seperti kelokan sungai, bantaran sungai, serta tebing dan puncak bukit yang rawan longsor.

“Penduduk di tebing dan puncak gunung harus segera diamankan karena struktur geologi sangat tidak stabil,” tegas Hanif.

Pemerintah daerah dihimbau meningkatkan kewaspadaan, memonitor informasi cuaca harian, dan memberikan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah berisiko tinggi.

Hanif juga mengungkapkan bahwa sebagian besar kayu yang terbawa banjir bukan berasal dari penebangan liar. Kayu-kayu tersebut terbawa secara utuh dari hulu akibat kuatnya arus air.

Baca Juga  Dinsos Padang Pastikan Asupan Gizi Pengungsi Terpenuhi Hingga Masa Darurat Berakhir

Selain itu, posisi geografis Kota Padang yang terhimpit oleh Samudra Hindia dan Bukit Barisan menjadikan wilayah tersebut memiliki ruang datar yang sempit, sehingga efek kerusakan banjir lebih besar ketika hujan ekstrem terjadi.

Hanif menegaskan bahwa semua langkah ini akan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk memperkuat mitigasi dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Mari kita bersama selamatkan masyarakat kita dan jaga lingkungan kita,” tutupnya.