ZONAPUBLIS- DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sumatera Barat menggelar media gathering dan buka puasa bersama insan pers pada Selasa (10/3/2026) di VIP Room Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang. Acara ini mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.”
Ketua DPW LDII Sumatera Barat, Muchfiandi, menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis organisasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah kita dapat bersilaturahim kembali pada Ramadan 1447 Hijriah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini berperan menyampaikan informasi secara objektif serta membantu menghadirkan ruang publik yang sehat,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan dinamika global yang saat ini memengaruhi stabilitas dunia. Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, kata dia, berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk sektor energi, pangan, dan perdagangan internasional.
“Karena itu Indonesia perlu terus memperkuat ketahanan nasional,” katanya.
Muchfiandi menjelaskan, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah ketahanan pangan. Hal tersebut juga menjadi bagian dari delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa.
“Ketahanan pangan merupakan bagian dari delapan klaster pengabdian LDII. Kami mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan serta penguatan ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan media gathering ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Munas X LDII yang akan digelar pada April mendatang.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk insan pers, sekaligus menyampaikan arah kontribusi LDII ke depan. Pesan Ketua Umum LDII KH Chriswanto Santoso, isu yang dibahas merupakan penajaman dari delapan program kerja LDII yang dirumuskan sebagai delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa,” ujarnya.
Muchfiandi juga menyinggung pentingnya refleksi terhadap berbagai bencana hidrometeorologi yang belakangan terjadi di Sumatera Barat, termasuk di Kota Padang.
“Peristiwa banjir dan berbagai bencana hidrometeorologi menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat.
“LDII akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah provinsi maupun daerah dalam berbagai program pembangunan, mitigasi kebencanaan, lingkungan hidup, wawasan kebangsaan, serta ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, LDII Sumbar juga berencana kembali menggelar program Go Green sebagai bagian dari dakwah ekologis organisasi.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan. Hal yang banyak disoroti tentunya penebangan liar, penambangan pasir ilegal, serta tata kelola sampah. Sebagai gerakan yang berdampak langsung, Go Green akan menjadi rencana kerja unggulan LDII Sumbar pada 2026 ini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat Muhammad Abdillah menambahkan bahwa pihaknya mulai menerapkan langkah awal untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Ke depan LDII akan mulai mengurangi penggunaan botol plastik dan kantong belanja sekali pakai. Dalam kegiatan ini juga dibagikan tumbler kepada peserta sebagai simbol ajakan untuk membangun budaya ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik, membawa botol minum sendiri, serta menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang,” tutupnya.










